Sangatta – Kutai Timur, sebuah kabupaten yang terus berbenah dan berkembang, memiliki cerita sukses dalam hal peningkatan penerimaan pajak daerah setiap tahunnya. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur, Syahfur, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah wajib pajak yang membayar pajak.
“Setiap tahun selalu ada peningkatan dari 11 jenis pajak yang kita pungut. Alhamdulillah yang paling banyak adalah pajak hotel dan restoran,” kata Syahfur saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Pajak daerah adalah kontribusi yang wajib dibayarkan oleh wajib pajak, baik individu maupun badan usaha, berdasarkan Undang-Undang. Pajak ini bersifat memaksa dan tidak memberikan imbalan secara langsung kepada pembayar pajak, melainkan digunakan untuk keperluan pembangunan daerah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, pajak daerah mencakup berbagai jenis yang semuanya bertujuan untuk mendukung perkembangan wilayah tersebut.
Dari 11 jenis pajak yang dipungut di Kutai Timur, pajak hotel dan restoran menjadi yang paling banyak menyumbang. Syahfur menambahkan bahwa peningkatan penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran tidak terlepas dari banyaknya kegiatan yang diadakan di Kutai Timur.
“Saat ini Kutim selalu dibanjiri oleh orang yang mengadakan kegiatan di sini. Hotel selalu penuh dengan kegiatan, sehingga ini memacu peningkatan pendapatan dari pajak restoran dan hotel kita,” jelasnya.
Peningkatan penerimaan pajak ini tidak hanya mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak, tetapi juga menunjukkan dampak positif dari ramainya kegiatan di daerah tersebut. Hotel dan restoran yang selalu penuh dengan pengunjung dan kegiatan menjadi sumber utama peningkatan pendapatan daerah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak melalui sosialisasi dan edukasi pajak.
“Kita juga melakukan sosialisasi dan edukasi pajak kepada masyarakat agar mereka mengetahui pentingnya membayar pajak,” tambah Syahfur.
Dengan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini, diharapkan pembangunan di Kutai Timur akan terus mengalami peningkatan yang signifikan.
“Salah satu prestasi yang luar biasa. Alhamdulillah dengan adanya penambahan PAD ini, kita berharap pembangunan di Kutim terus mengalami peningkatan,” tutur Syahfur dengan penuh optimisme.
Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras dan dedikasi Bapenda Kutai Timur dalam mengelola pendapatan daerah. Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, diharapkan Kutai Timur dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengelolaan pajak daerah.
