Samarinda – Ratusan siswa SMA memenuhi salah satu studio di CGV Plaza Mulia Samarinda, Minggu (10/8/2025) sore. Mereka hadir bukan sekadar untuk menonton film, tetapi mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian yang diinisiasi Kodim 0901/Samarinda bersama Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Kalimantan Timur dan DPW Srikandi PP Kaltim.
Film garapan sutradara Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana ini diadaptasi dari buku Believe – Faith, Dream, and Courage karya Valent Hartadi. Mengangkat kisah hidup Jenderal TNI Agus Subiyanto, Believe memadukan drama keluarga, aksi militer, dan pesan kebangsaan yang kental, berlatar peristiwa Operasi Seroja 1975 di Timor Timur.
Kisah Perjuangan dan Nilai Kebangsaan
Cerita Believe berpusat pada tokoh Agus (Ajil Ditto), putra Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan) yang terlibat langsung dalam Operasi Seroja. Dedi sering meninggalkan keluarga demi tugas negara, hingga gugur pada 1984. Kehilangan sang ayah mengubah jalan hidup Agus yang sempat terjerumus dalam pemberontakan dan kekerasan. Perjalanan menelusuri jejak perjuangan ayahnya menuntun Agus pada pemahaman baru tentang pengorbanan, keberanian, dan cinta tanah air.

TNI: Film sebagai Media Wawasan Kebangsaan
Kolonel Inf Aad Supriyatna, Kasi Ter Korem 091/Aji Suryanata, menegaskan nobar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Lewat film ini, kami ingin mengajak masyarakat mengingat kembali bahwa kita pernah berjuang dan membela negara ini. Harapannya, tumbuh rasa bangga, wawasan kebangsaan, dan semangat bela negara,” jelasnya.
Aad menyebut program nobar Believe sudah berjalan sejak 24 Juli 2025 dan akan berlanjut hingga 16 Agustus 2025. “Kami ingin sebanyak mungkin masyarakat ikut serta agar semangat ini berlanjut ke perayaan 17 Agustus,” katanya.
Sinergi Ormas dan TNI
Ketua Harian MPW PP Kaltim, Zuhairie, mengatakan nilai yang diusung film ini sejalan dengan misi kegiatan nobar.
“Jika rasa nasionalisme tumbuh, otomatis akan muncul rasa kebersamaan dan persatuan. Harapannya, generasi muda semakin mencintai NKRI dan mungkin tertarik mengabdi menjadi prajurit TNI,” ujarnya.
Menurut Zuhairie, hubungan PP dan TNI di Kaltim sudah terjalin erat melalui berbagai kegiatan bersama di semua tingkatan. “Kami selalu dilibatkan dalam acara yang melibatkan Kodim atau Koramil. Sinergi ini penting agar TNI dan masyarakat saling mendukung,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara TNI dan ormas seperti Pemuda Pancasila. MPW PP Kaltim dan Srikandi PP terlibat aktif dalam mengajak peserta, menyebarkan informasi, hingga mengatur teknis pelaksanaan.
“PP ada di berbagai elemen masyarakat, sehingga bisa menjangkau banyak kalangan. Kalau semua pihak bersatu, tujuan membangun nasionalisme akan lebih mudah tercapai,” tegas Zuhairie.
Letkol Aad menambahkan, kerja sama ini tidak akan berhenti di nobar. “Ke depan akan ada kegiatan bersama yang melibatkan masyarakat untuk mendukung program pemerintah, baik di bidang keamanan, sosial, maupun pembangunan,” ujarnya.

Menjelang HUT Kemerdekaan
Dengan waktu pemutaran yang bertepatan menjelang HUT ke-80 RI, nobar ini menjadi momentum membangkitkan semangat nasionalisme. Baik TNI, ormas, maupun masyarakat umum bersatu dalam satu ruang untuk menyimak kisah perjuangan.
Aad berharap kegiatan ini memicu partisipasi aktif masyarakat dalam perayaan kemerdekaan. “Kami ingin 17 Agustus nanti bukan hanya dirayakan dengan upacara dan lomba, tetapi juga rasa bangga mendalam sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Zuhairie menegaskan, MPW PP Kaltim akan terus mendukung kegiatan yang memperkuat persatuan. “Kami selalu siap di garda terdepan membela NKRI dan menanamkan semangat Pancasila kepada generasi penerus,” tuturnya.
