Kukar – Kehangatan menyambut di pesisir Samboja Barat mengiringi langkah Nasrulah, anggota DPRD Kutai Kartanegara, saat menyambangi dua kelurahan sekaligus dalam agenda reses tahap III tahun 2025, Kamis (6/11/2025). Di tengah antusiasme warga, ia menyerap berbagai aspirasi dan keluhan yang mencerminkan denyut kebutuhan masyarakat di Kelurahan Amburawang Laut dan Salok Api Laut.
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Mulai dari kondisi jalan lingkungan yang memprihatinkan, permintaan dukungan terhadap sektor pertanian lokal, hingga kebutuhan fasilitas penunjang ekonomi masyarakat yang selama ini minim perhatian.
Nasrulah menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan menjadi prioritas perjuangannya di DPRD Kukar. Ia menyampaikan bahwa suara masyarakat adalah fondasi utama dalam memperjuangkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
“Apa yang disampaikan warga hari ini bukan sekadar keluhan, tapi merupakan amanah yang harus saya bawa ke ruang pembahasan dewan. Rakyat harus didengar, dan suara mereka harus diperjuangkan,” kata Nasrulah.
Ia juga menambahkan bahwa reses bukan hanya ajang formalitas, melainkan momen penting untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya. Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi kunci dalam memahami persoalan riil yang dihadapi warga di lapangan.
“Pertemuan ini adalah bentuk kedekatan saya dengan warga. Semoga membawa manfaat nyata dan menjadi jalan memperbaiki kondisi daerah kita,” tambahnya penuh harap.
Kehadiran Nasrulah disambut penuh syukur oleh warga, termasuk Baharudin, Ketua RT 03 Kelurahan Amburawang Laut. Ia menyampaikan rasa bangga karena Nasrulah merupakan putra daerah yang berasal langsung dari Samboja.
“Kami berharap banyak karena beliau berasal dari sini. Kami yakin, dengan kedekatannya, perhatian terhadap wilayah ini akan semakin besar,” ujar Baharudin.
Dengan reses ini, Nasrulah ingin memastikan bahwa setiap kebutuhan masyarakat Samboja Barat mendapat ruang dalam agenda pembangunan Kutai Kartanegara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar pembangunan bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
