Kukar – Musyawarah Nuzulul Quran ke-19 di Masjid Baiturrahman Jahuq, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, berlangsung dengan penuh semarak. Acara ini secara resmi dibuka oleh Camat Loa Janan, Hery Kusnadi, yang didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini diawali dengan pelelangan nasi tumpeng dan kue oleh ibu-ibu pelaku UMKM, yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat desa dalam menyambut acara keagamaan.
Kegiatan Nuzulul Quran ini akan berlangsung selama sembilan hari, hingga 23 Maret 2025, dan telah menjadi agenda tahunan di Desa Bakungan. Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah, berharap acara ini dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
“Dengan adanya kegiatan Nuzulul Quran, diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta menjalin tali silaturahim antarwarga. Ini juga sejalan dengan program pemerintah Kutai Kartanegara, yaitu ‘Kukar Idaman’ melalui gerakan ‘Etam Mengaji’, yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap agama dan pendidikan,” ujar Arlusdiansyah, Sabtu (15/3/2025).
Camat Loa Janan, Hery Kusnadi, juga menyambut baik terselenggaranya acara ini dan mengapresiasi konsistensi pemerintah Desa Bakungan dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi turun-temurun.
“Kegiatan ini sangat baik dan selalu kami dukung. Dengan adanya acara seperti ini, kita dapat menciptakan qori dan qoriah terbaik. Harapannya, desa-desa lain bisa menjadikan kegiatan ini sebagai contoh untuk memperkuat budaya membaca Al-Quran di masyarakat,” ujar Hery Kusnadi.
Ia juga menyoroti prestasi anak-anak Desa Bakungan dalam berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Menurutnya, Kecamatan Loa Janan telah beberapa kali meraih juara umum untuk kategori anak-anak, meskipun masih ada tantangan dalam mempertahankan prestasi di tingkat qori dewasa.
“Kami sangat bangga dengan anak-anak Desa Bakungan yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam lomba MTQ tingkat kabupaten dan provinsi. Kami berharap prestasi ini bisa dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan pada MTQ yang akan datang,” lanjutnya.
Hery Kusnadi juga mengapresiasi penyelenggaraan acara ini yang tidak membebani anggaran desa (ADD), melainkan didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, ini adalah bentuk kolaborasi yang patut dicontoh oleh desa-desa lain agar kegiatan keagamaan tetap berjalan dengan baik tanpa membebani anggaran pemerintah desa.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Desa Bakungan yang berhasil mengadakan acara ini dengan memanfaatkan dana CSR. Semoga ke depan acara seperti ini semakin sukses dan dapat terus berkembang,” tutupnya.
Dengan berlangsungnya Musyawarah Nuzulul Quran ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang terdorong untuk lebih mencintai Al-Quran dan mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan.
