Kutim – Kebakaran yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Kongbeng, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, pada 4 Oktober 2022 lalu, telah menyebabkan tujuh ruang kelas dan satu toilet ludes terbakar. Kejadian tersebut tentu saja sangat berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut.
Saat ini, di SDN 001 Kongbeng terdapat tujuh rombongan belajar (rombel), sedangkan ruang kelas yang masih tersedia hanya empat kelas. Hal ini tentu saja menyebabkan keterbatasan ruang kelas untuk menampung seluruh siswa.
Solusi Sementara: Memanfaatkan Rumah Dinas Guru
Untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas tersebut, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur telah berkoordinasi untuk mencari solusi. Salah satu solusi yang diambil adalah memanfaatkan dua rumah dinas guru yang saat ini tidak ditempati. Dua rumah tersebut akan diubah fungsinya menjadi ruang kelas darurat sebagai pengganti ruang kelas yang terbakar.
Selain itu, pihak sekolah juga merencanakan penerapan pengaturan jam belajar pagi dan siang secara bergantian. Dengan menerapkan shift belajar seperti itu, diharapkan proses belajar mengajar tetap dapat terlaksana.
“Kami berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan pendidikan di SDN 001 Kongbeng meskipun mengalami insiden kebakaran,” kata Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, Kamis (23/11/2023).
Mulyono juga mengungkapkan bahwa sudah diputuskan pembangunan gedung baru sebagai pengganti yang terbakar akan diajukan dalam APBD murni tahun 2024. Hal ini sebagai langkah untuk memastikan fasilitas pendidikan yang memadai dan mendukung pembelajaran.
“Langkah-langkah lebih lanjut termasuk pembangunan gedung baru sudah menjadi bagian dari rencana untuk memastikan lingkungan belajar yang kondusif,” pungkasnya.
Perjuangan Siswa dan Guru SDN 001 Kongbeng
Kebakaran yang terjadi di SDN 001 Kongbeng tentu saja menjadi pukulan berat bagi seluruh siswa dan guru di sekolah tersebut. Namun, mereka tidak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap berjuang untuk melanjutkan pendidikan.
Para siswa di SDN 001 Kongbeng harus rela belajar di ruang kelas darurat yang terbatas. Ruang kelas yang digunakan pun tidak terlalu luas dan tidak memiliki fasilitas yang memadai. Namun, mereka tetap semangat belajar dan berusaha untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran.
Para guru di SDN 001 Kongbeng juga harus bekerja ekstra keras untuk memastikan KBM tetap berjalan dengan baik. Mereka harus membagi waktu untuk mengajar di ruang kelas darurat dan di rumah dinas guru. Meski demikian, mereka tetap bersemangat untuk mendidik anak-anak dan memberikan yang terbaik bagi mereka.
Harapan untuk Keberlanjutan Pendidikan
Kebakaran yang terjadi di SDN 001 Kongbeng tentu saja menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kita harus lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan di lingkungan sekolah. Selain itu, kita juga harus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Semoga pembangunan gedung baru di SDN 001 Kongbeng dapat segera terealisasi. Dengan demikian, siswa dan guru di sekolah tersebut dapat belajar dan mengajar dengan lebih nyaman dan optimal.
