Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menggencarkan upaya pelestarian budaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Kali ini, perhatian mereka tertuju pada pengembangan budaya atau kearifan lokal di lingkungan Sekolah Dasar (SD) melalui pelajaran muatan lokal (Mulok).
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menegaskan pentingnya pembelajaran bahasa Kutai sebagai salah satu upaya pelestarian budaya.
“Untuk peningkatan literasi kebudayaan di SD, termasuk pelajaran bahasa daerah sebagai bahan mulok, kita akan kembangkan,” ucap Mulyono saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2024).
Menurut Mulyono, Bahasa Daerah Kutai akan lebih mudah dimengerti dan dipelajari. Sehingga orang luar yang bukan dari Kutai akan bisa belajar bahasa Kutai.
“Tahun ini sudah, semua kelas Mulok yang kita angkat adalah bahasa Kutai. Jadi orang yang bukan asli Kutim juga nanti bisa bahasa Kutai kan. Ini sudah komplit, semua di tingkatan kelas,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, sehingga keberagaman budaya dapat semakin terjaga dan dipahami oleh generasi muda.
Tak hanya itu, berbagai festival kebudayaan juga rutin diselenggarakan di kalangan siswa setiap tahun. Mulai dari festival anak soleh sebagai representasi kebudayaan Muslim, hingga festival Kristen. Ini sebagai upaya memastikan bahwa nilai-nilai budaya lokal dan agama yang hidup di Kutai Timur tetap dilestarikan dan dihargai.
Lebih lanjut, di tingkat SMP, terdapat tiga Mata Pelajaran Lokal (Mulok) yang diperkenalkan, yakni bahasa Kutai, seni budaya, dan SDA alam Selindung. Hal ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya lokal.
“Dengan begitu, generasi muda di Kutim bisa tumbuh, berkembang dengan memahami serta menghargai warisan atau identitas budaya yang dimiliki,” ungkap Mulyono.
Upaya Disdikbud Kutai Timur dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam kurikulum sekolah diharapkan dapat memperkokoh jati diri dan keberagaman budaya di tengah arus globalisasi yang semakin menguat.
