Bondowoso – Di balik piring makan anak-anak sekolah di Desa Sukosari Lor, terselip strategi sederhana namun bermakna: menjadikan makanan sehat sebagai sahabat yang menyenangkan. Melalui sentuhan kreativitas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor menghadirkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tampilan unik, salah satunya nasi putih yang dibentuk menyerupai kepala beruang, lengkap dengan lauk, sayur, dan buah favorit anak-anak.
Inovasi tersebut diterapkan SPPG Sukosari Lor yang berlokasi di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, sebagai bagian dari pelaksanaan Program MBG. Program ini bertujuan memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari. Menu yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, tetapi juga dirancang menarik agar mampu menggugah selera makan sejak pandangan pertama.
Salah satu menu yang paling diminati adalah nasi beruang yang dipadukan dengan lauk pauk bergizi dan sayuran berwarna-warni. Sebagai pelengkap, buah kelengkeng disajikan karena dikenal sebagai buah favorit banyak anak sekolah. Kombinasi ini dinilai efektif membuat anak-anak lebih lahap menyantap makanan yang disediakan.
“Kami merancang menu MBG agar disukai anak-anak, tetapi tetap memperhatikan kandungan gizinya. Menu disusun secara bergilir supaya anak tidak bosan dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi,” ujar Syadila Nugraheny Mulia Putri, ahli gizi SPPG Sukosari Lor, dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan visual menjadi salah satu strategi penting dalam pemenuhan gizi anak. Menurutnya, anak-anak cenderung lebih tertarik pada makanan dengan bentuk lucu dan warna menarik, sehingga potensi makanan tidak habis dapat diminimalkan. Meski demikian, prinsip gizi seimbang tetap menjadi acuan utama dalam setiap penyusunan menu.
Selain inovasi pada tampilan dan variasi menu, SPPG Sukosari Lor juga menaruh perhatian besar pada proses pengolahan makanan. Seluruh bahan baku dipilih dalam kondisi segar dan layak konsumsi. Proses memasak dilakukan oleh tenaga dapur yang telah mendapatkan pelatihan, dengan menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan secara ketat.
Pengawasan dilakukan mulai dari tahap penerimaan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah. Tim SPPG memastikan setiap porsi yang disajikan aman dikonsumsi dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan sekaligus melindungi kesehatan anak-anak.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Sukosari Lor berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan status gizi anak-anak sekolah di wilayah Bondowoso. Program ini juga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menanamkan kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Lebih jauh, keberhasilan pelaksanaan MBG di Sukosari Lor menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Dengan pendekatan yang ramah anak dan berorientasi pada kualitas gizi, MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan makan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
