Sangatta – Dalam suasana penuh religius, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur pada Selasa, 24 September 2024, menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Acara ini dihadiri oleh pegawai DPPPA, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutim, serta perwakilan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Kutim, yang bersama-sama merasakan khidmatnya perayaan yang tak hanya bersifat spiritual, namun juga menekankan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketua DPPPA Kutim, Idam Chalid, menyampaikan harapannya agar peringatan Maulid Nabi ini menjadi kesempatan untuk memperdalam ketaqwaan kepada Allah SWT dan menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, ia melihat momen ini sebagai kesempatan untuk memperkuat sinergi antara DPPPA dan DWP Kutim, terutama dalam melaksanakan program-program pemberdayaan perempuan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi isu sentral di Kabupaten Kutim.
“Harapannya, DWP Kutim bisa bersinergi dengan DP3A, terutama dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap kekerasan perempuan dan anak,” ujar Idam Chalid di sela-sela acara. Pernyataannya ini mencerminkan komitmen yang kuat dari kedua lembaga untuk terus bekerja sama dalam mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi oleh perempuan dan anak-anak di wilayah tersebut.
Meneladani Nabi untuk Kesejahteraan Bersama
Tidak hanya berbicara tentang aspek spiritual, Idam Chalid juga menekankan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan dalam membangun peradaban, yang berawal dari ketahanan keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan. Menurutnya, Nabi Muhammad adalah sosok yang menginspirasi dalam hal keadilan dan kesetaraan, yang relevan dengan isu-isu yang dihadapi perempuan dan anak-anak saat ini.
“Dengan semangat Maulid Nabi, kita belajar untuk membangun masyarakat yang lebih baik, dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil, hingga ke pemerintahan yang adil dan berpihak pada mereka yang rentan, khususnya perempuan dan anak-anak,” tambahnya.
Merangkai Kebersamaan dalam Doa dan Refleksi
Acara yang berlangsung di kantor DPPPA Kutai Timur ini diisi dengan pembacaan shalawat, doa bersama, serta refleksi atas ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa kental, menciptakan harmoni yang mempererat tali silaturahmi di antara para peserta.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan kerjasama, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan. Nilai-nilai kesederhanaan, keadilan, dan kasih sayang yang diajarkan Nabi Muhammad menjadi pilar utama dalam mewujudkan sinergi yang lebih baik antara DPPPA dan DWP, terutama dalam menghadapi tantangan kekerasan dan ketidakadilan yang masih kerap menimpa perempuan dan anak-anak di Kutai Timur.
Momen Penting untuk Pemberdayaan Perempuan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga dianggap sebagai kesempatan strategis untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Program-program DPPPA yang berfokus pada peningkatan peran perempuan di ruang publik, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diharapkan semakin solid melalui kolaborasi yang lebih erat dengan organisasi-organisasi perempuan seperti DWP.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara DPPPA dan DWP, diharapkan upaya pemberdayaan perempuan di Kutai Timur akan semakin signifikan, terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan sejahtera bagi perempuan dan anak-anak.
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW ini berakhir dengan penuh khidmat, namun membawa harapan besar akan terwujudnya kerjasama yang lebih solid di antara para pemangku kepentingan di Kabupaten Kutai Timur. Semangat Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan diharapkan dapat terus menginspirasi langkah-langkah konkrit menuju pemberdayaan perempuan yang lebih baik di masa depan.
