Semarang – Di tengah menjamurnya makanan modern yang terus menarik perhatian masyarakat, sekelompok mahasiswa Universitas Semarang (USM) justru memilih mengangkat kembali kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Melalui kampanye kreatif bertema “Kenali Rasanya, Lestarikan Warisannya”, mereka mengajak masyarakat mengenali sekaligus mencintai kembali jajanan yang menjadi bagian dari identitas budaya Nusantara.
Kegiatan yang digelar oleh Kelompok Amerta Rasa dari Program Studi Ilmu Komunikasi USM tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Semarang, pada Minggu (14/6/2026). Kampanye ini menyasar seluruh kalangan masyarakat dengan menghadirkan berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan jajanan tradisional secara menyenangkan. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa berharap masyarakat tidak sekadar mengetahui nama makanan tradisional, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian pengunjung adalah permainan Mystery Box. Dalam tantangan tersebut, peserta diminta mengenali jajanan tradisional hanya dengan mengandalkan indera peraba sambil menutup mata. Permainan sederhana itu memunculkan gelak tawa sekaligus rasa penasaran karena tidak sedikit peserta yang keliru menebak jenis makanan sebelum kotak dibuka.
“Melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenali jajanan tradisional, tetapi juga terdorong untuk menikmati, memperkenalkan, serta ikut melestarikannya,” ujar perwakilan Kelompok Amerta Rasa.
Suasana edukasi semakin hidup melalui sesi Mystery Question. Dalam permainan tersebut, peserta mengambil pertanyaan secara acak mengenai berbagai jenis jajanan tradisional, daerah asal, sejarah, hingga makna budaya yang menyertainya. Diskusi ringan pun berkembang secara alami ketika peserta saling berbagi pengalaman masa kecil maupun pengetahuan baru mengenai kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Kampanye ini tidak hanya berfokus pada pengenalan makanan tradisional, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kuliner lokal merupakan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya. Setiap jajanan tradisional menyimpan cerita, filosofi, dan identitas masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, pelestarian kuliner tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku usaha, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak, remaja, hingga orang tua bergantian mengikuti setiap permainan yang disediakan. Sebagian peserta mengaku baru mengetahui keberadaan beberapa jenis jajanan tradisional, sementara peserta lainnya larut dalam nostalgia ketika kembali mengingat makanan yang dahulu mudah ditemukan di lingkungan tempat mereka dibesarkan.
Fenomena semakin populernya kuliner modern memang membawa banyak pilihan baru bagi masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan jajanan tradisional yang perlahan mulai kehilangan ruang di tengah perubahan gaya hidup. Melalui kampanye ini, mahasiswa USM ingin menunjukkan bahwa upaya melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenalkan kembali makanan tradisional kepada masyarakat dan menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda mampu menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan zaman. Dengan mengenalkan kembali cita rasa khas Nusantara melalui cara yang edukatif dan menghibur, mahasiswa berharap warisan kuliner Indonesia tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi masa kini maupun masa mendatang.
