Jombang – Kolaborasi antara mahasiswa Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto dengan Ibu PKK Desa Palrejo, Kabupaten Jombang, melahirkan inovasi unik berupa minuman sehat bernama “Hidden Cado”. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UNIM yang mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.
Dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Ibu Suesthi Rahayuningsih, S.Si., M.Pd., serta Bapak Achmad Rijanto, S.T., M.T., kegiatan pelatihan digelar di Balai Desa Palrejo. Melalui agenda ini, para ibu PKK diajarkan mengolah sawi dan tapai menjadi minuman bergizi yang rasanya menyerupai jus alpukat, sekaligus berpotensi menjadi produk unggulan desa.
“Hidden Cado” dirancang bukan hanya sebagai minuman segar, tetapi juga sebagai solusi pencegahan stunting. Sawi yang kaya serat, vitamin, dan mineral dikombinasikan dengan tapai yang mengandung probiotik menghasilkan minuman yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan energi tubuh, memperkuat daya tahan melalui antioksidan, hingga mendukung kesehatan kulit dan jantung.
Para peserta tidak hanya diajak mempraktikkan langsung cara pembuatan, tetapi juga dibekali strategi pemasaran agar produk dapat diterima pasar. Mahasiswa UNIM bahkan membagikan resep lengkap serta desain logo “Hidden Cado” untuk mempermudah branding produk.
Sebagai dukungan nyata, kegiatan ini juga memanfaatkan alat hibah berupa cup sealer dari Kemdiktisaintek. Dengan peralatan modern tersebut, para ibu PKK bisa memproduksi “Hidden Cado” secara higienis, praktis, dan siap dipasarkan dalam skala lebih luas.
Ketua PKK Desa Palrejo memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Kegiatan ini sangat kreatif karena bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang kurang menyukai sayur. Minuman Hidden Cado meskipun berbahan dasar sawi, ternyata rasanya enak seperti jus alpukat. Dengan inovasi ini ditambah dukungan peralatan dari Kemdiktisaintek, saya berharap ibu-ibu PKK bisa mengembangkannya menjadi usaha yang bermanfaat, bernilai ekonomi, sekaligus membantu pemenuhan gizi keluarga agar terhindar dari stunting,” ujarnya.
Dengan lahirnya inovasi “Hidden Cado”, diharapkan Desa Palrejo tidak hanya mendapat tambahan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa bersama masyarakat mampu menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan dan kesejahteraan desa.
