Padang – “Membangun nagari tak bisa berjalan sendiri.” Semangat kolaborasi itu tercermin dari langkah Letnan Kolonel (Letkol) Cpl Aswad Kennedy yang dalam beberapa bulan terakhir aktif menjalin komunikasi dengan berbagai unsur strategis di Sumatera Barat. Putra Nagari Siaur, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung tersebut memperluas silaturahmi dengan BUMN, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah.
Aktivitas itu dilakukan di sela tugasnya sebagai perwira TNI AD. Sejumlah instansi yang telah dikunjungi antara lain PLN Sumatera Barat, Pertamina Bungus Teluk Kabung, Pelindo, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat, beberapa OPD di Kabupaten Solok Selatan, serta UIN Imam Bonjol Padang. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka ruang komunikasi dan memperkuat sinergi lintas sektor yang dinilai penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ini kunjungan kerja dan silaturahmi untuk membangun nagari,” ujar Letkol Cpl Aswad Kennedy saat dihubungi awak media pada Jumat (8/8/2026).
Menurut Aswad, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, perusahaan milik negara, lembaga pendidikan, serta masyarakat memiliki peran masing-masing yang dapat dipertemukan melalui komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan. Karena itu, silaturahmi yang dilakukannya tidak hanya dimaknai sebagai pertemuan formal, tetapi juga sebagai upaya membangun jejaring kerja untuk kepentingan masyarakat.
Selain memperkuat komunikasi lintas sektor, Aswad juga menyiapkan agenda penghijauan yang direncanakan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Sebanyak 10.000 batang pohon dijadwalkan ditanam dalam rangka memperingati HUT Kodam. Kegiatan utama dipusatkan di UIN Imam Bonjol Padang, sedangkan penanaman juga direncanakan berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Solok Selatan, Agam, dan Kambi.
Program penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan itu sekaligus diharapkan mampu mendorong keterlibatan banyak pihak dalam menjaga kawasan hijau dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kolaborasi dalam agenda lingkungan dinilai sejalan dengan semangat membangun hubungan antara institusi, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Kiprah Aswad di Sumatera Barat turut ditopang perjalanan panjang di lingkungan militer. Ia pernah mengikuti pendidikan militer internasional di Army Singapura pada 1997. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam pengembangan kapasitas profesionalnya, termasuk dalam bidang pengelolaan logistik dan peralatan militer.
Pada awal 2026, putra daerah yang berasal dari kawasan Lansek Manih itu kembali ke Sumatera Barat untuk menjalankan tugas di Paldam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Padang. Kepulangannya ke Ranah Minang menjadi babak baru setelah sebelumnya menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah.
Pengalaman operasi, kepemimpinan, dan pendidikan yang telah dilalui menjadi modal bagi Aswad dalam menjalankan pengabdian di daerah asalnya. Intensitas pertemuannya dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan pun mulai mendapat perhatian, termasuk dalam dinamika politik Kabupaten Sijunjung.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan ikut dalam kontestasi Pilkada Sijunjung, Aswad menyampaikan sikap terbuka terkait peluang tersebut.
“Insya Allah, tidak ada keraguan untuk maju dalam pesta demokrasi Pilkada Sijunjung,” ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan adanya kesiapan untuk mempertimbangkan langkah ke jalur politik. Meski demikian, sikap tersebut belum dapat dimaknai sebagai pencalonan resmi. Proses menuju pencalonan tetap membutuhkan tahapan politik, dukungan partai atau mekanisme lain yang berlaku, serta pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.
Kemunculan nama Aswad Kennedy dalam pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinan Sijunjung memberikan warna baru bagi masyarakat setempat. Latar belakang sebagai perwira TNI AD, pengalaman penugasan, pendidikan militer, serta komunikasi yang dibangun dengan berbagai unsur daerah menjadi bagian dari rekam jejak yang kini ikut mendapat sorotan.
Dari Nagari Siaur, Aswad menempuh perjalanan panjang hingga dipercaya menjalankan tugas di berbagai wilayah. Kini, setelah kembali ke Ranah Minang, aktivitasnya tidak hanya berkaitan dengan pengabdian di lingkungan militer, tetapi juga menyentuh agenda kolaborasi, penghijauan, dan pembangunan jejaring untuk nagari. Sementara terkait kemungkinan maju dalam Pilkada Sijunjung, langkah selanjutnya masih akan bergantung pada proses dan mekanisme politik yang harus dilalui.
