Jember – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam acara lepas sambut Camat Jenggawah dari pejabat lama, Endro Lukito, S.STP., kepada pejabat baru, Soetjahyo, SP, MM. Kegiatan yang digelar di Jati Park, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, pada Senin (8/9/2025) ini menjadi momen penting dalam transisi kepemimpinan tingkat kecamatan.
Sebelumnya, pelantikan sejumlah pejabat struktural, termasuk camat, telah dilaksanakan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawaid, di Pendopo Wahyawibawagraha pada Rabu (3/9/2025). Dengan pelantikan tersebut, Endro Lukito secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Camat Jenggawah dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Soetjahyo.
Acara lepas sambut turut dihadiri Sekretaris Camat Jenggawah, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi PMKS, serta Kasubag Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Jenggawah yang juga termasuk dalam daftar pejabat yang dimutasi. Kehadiran mereka menambah khidmat suasana perpisahan dan penyambutan.
Dalam sambutannya, Endro Lukito mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diterimanya selama bertugas.
“Pengalaman bertugas di Jenggawah sangat berkesan, karena dukungan dari perangkat kecamatan, lintas sektoral maupun masyarakat. Semoga Camat baru dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah dirintis bersama,” ujar Endro.
Sementara itu, Soetjahyo yang kini resmi menjabat sebagai Camat Jenggawah, menyampaikan tekad untuk meneruskan kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami mohon doa dan dukungan agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Bersama-sama membangun Jenggawah lebih maju, mari kita bersama-sama menyukseskan program Bupati Jember, terutama UHC prioritas,” kata Soetjahyo.
Pergantian camat ini bukan hanya formalitas, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan dan masyarakat. Dengan pengalaman yang dimiliki, Soetjahyo diharapkan mampu membawa energi baru dalam menjalankan program-program prioritas daerah, khususnya di bidang kesehatan dan pelayanan publik.
Acara tersebut sekaligus menjadi momentum perpisahan yang hangat bagi Endro Lukito serta penyambutan penuh harapan untuk Soetjahyo. Kehadiran keduanya dalam satu panggung mencerminkan kesinambungan kepemimpinan yang diwarnai rasa kekeluargaan. (ADV).
