Tenggarong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung rehabilitasi narapidana melalui peluncuran dua program unggulan, yaitu Rehabilitasi Medis dan Ketahanan Pangan. Kegiatan ini berlangsung pada pertengahan Oktober 2023 dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga lembaga swadaya.
Kepala Lapas Tenggarong, Suwarno, menyampaikan bahwa program rehabilitasi medis difokuskan untuk warga binaan yang terdampak penyalahgunaan narkoba, sedangkan program ketahanan pangan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi narapidana melalui kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Kami ingin memberikan bekal keterampilan dan pemulihan kesehatan bagi para warga binaan, agar mereka siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang sehat dan produktif,” tegas Suwarno.
Program ini juga mendapat dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Pertanian Kukar, dan Balai Pelatihan Pertanian. Mereka memberikan pelatihan teknis serta pendampingan langsung di lapangan.
Para warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di dalam kawasan Lapas. Di lahan terbatas, mereka dilibatkan dalam budidaya sayuran, pemeliharaan ikan, serta pelatihan pengolahan hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan juga memberikan apresiasi atas terobosan ini, karena dinilai mampu menumbuhkan semangat kemandirian serta mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia.
Langkah inovatif ini diharapkan menjadi percontohan bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Kalimantan Timur. Dengan pendekatan holistik, Lapas Tenggarong tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan dan pengembangan potensi warga binaan.
