Balikpapan – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Inspektorat Daerah Kabupaten Kutai Timur bekerja sama dengan Komisi Pemberatasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas di Ballroom Novotel Kota Balikpapan, Rabu (29/11/2023).
Kegiatan tersebut diikuti 41 pasangan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemkab Kutim bersama dengan para pasangannya.Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya mengatakan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penting untuk membangun keluarga yang berintegritas.
“Keluarga berintegritas adalah keluarga yang memiliki nilai-nilai kejujuran, transparansi, tanggung jawab, dan disiplin,” ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, keluarga berintegritas akan menjadi benteng yang kuat dalam mencegah terjadinya korupsi. Hal ini karena keluarga akan saling mengingatkan dan mengawasi satu sama lain.
“Dengan keluarga yang berintegritas, kita dapat mewujudkan Kutim yang bebas korupsi,” tegasnya.
Dalam Bimtek tersebut, para peserta dibekali dengan materi tentang pentingnya keluarga berintegritas, pencegahan korupsi, dan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mencegah korupsi.
Salah satu materi yang disampaikan adalah tentang pentingnya keterbukaan keuangan keluarga. Para peserta diajak untuk saling terbuka dan jujur dalam hal keuangan keluarga. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya korupsi, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan kerja.
Kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi para pejabat eselon II dan III di lingkup Pemkab Kutim untuk membangun keluarga yang berintegritas. Dengan demikian, Kutim dapat mewujudkan visinya sebagai kabupaten yang bersih, bermartabat, dan sejahtera.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman berbagi cerita tentang pentingnya keluarga berintegritas. Ia mengatakan bahwa keluarganya selalu menanamkan nilai-nilai integritas kepada anak-anaknya.
“Saya selalu mengingatkan anak-anak saya untuk jujur, transparan, bertanggung jawab, dan disiplin,” ujar Ardiansyah.
Ia juga mengatakan bahwa keluarga harus selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Hal ini penting untuk menghindari sikap tamak yang dapat menjadi salah satu penyebab korupsi.
“Kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki. Jangan sampai kita terjerumus dalam sikap tamak yang dapat menjerumuskan kita ke dalam perbuatan korupsi,” pesannya.
Bupati Ardiansyah berharap agar seluruh keluarga di Kutim dapat membangun keluarga yang berintegritas. Dengan demikian, Kutim dapat mewujudkan visinya sebagai kabupaten yang bersih, bermartabat, dan sejahtera.
