Sangatta – Di tengah pesona alam dan kekayaan budaya yang melimpah di Kutai Timur, Desa Miau Baru bersinar sebagai salah satu desa wisata unggulan dengan keunikan ragam tarian dan seni rupa. Anggota DPRD Kutai Timur, Kajan Lahang, mengungkapkan bahwa desa ini, dengan segala kekayaan budaya dan seni tradisionalnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Desa Miau Baru menawarkan pengalaman budaya yang otentik dan mendalam. Saat pertama kali menginjakkan kaki di desa ini, pengunjung akan disambut oleh Gerbang Desa Lekan Maran, sebuah pintu masuk yang terbuat dari kayu ulin berukir dan lumbung padi (lepo parai) yang kaya akan nuansa ukiran khas Suku Dayak Kayan.
“Gerbang ini bukan hanya sekadar pintu masuk, tetapi juga sebuah karya seni yang menggambarkan kekayaan budaya lokal,” kata Kajan saat di wawancarai di Gedung DPRD Kutim.
Ia menambahkan, di samping Gerbang Desa, terdapat miniatur Lamin Adat yang menambah keindahan dan kekhasan desa ini. Lamin Adat, sebuah rumah adat Dayak Kayan yang penuh corak dan warna serta ukiran khas, menjadi simbol utama kekayaan budaya setempat. Tidak hanya itu, kompleks pemakaman yang terletak di desa ini juga menampilkan ukiran motif Dayak Kayan yang unik, menciptakan ciri khas yang hanya dapat ditemukan di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng.
Keberadaan beragam seni rupa dan pesona tarian adat menjadi kekhasan utama dari desa wisata ini. Salah satu daya tarik yang paling dinanti adalah pentas seni yang digelar rutin pada hari Minggu pukul 15:00-17:00 Wita.
“Pentas seni ini menampilkan keindahan seni tari Suku Dayak Kayan yang dipentaskan oleh para penari dari berbagai Sanggar Tari di Desa Miau Baru,” ungkap politisi Nasdem ini.
Selama pagelaran, pengunjung dapat menyaksikan beragam tari yang dibawakan oleh penari dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Semua penari tampil mengenakan pakaian khas Suku Dayak Kayan, menambah keaslian dan pesona dari setiap pertunjukan. Setiap gerakan tari dan pakaian yang dikenakan menceritakan kisah dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Kajan Lahang menambahkan, “Desa Miau Baru adalah contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang mendunia. Dengan mempromosikan kekayaan seni dan budaya ini, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.”
Melalui upaya pelestarian dan promosi yang terus menerus, Desa Miau Baru berpotensi untuk menjadi ikon wisata budaya yang menonjol di Kutai Timur. Kombinasi antara keindahan alam, seni rupa, dan tarian adat menjadikan desa ini sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan keaslian budaya Dayak Kayan.
