Mojokerto – Menjelang waktu berbuka puasa 1446 H, Jalan Desa Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dipadati oleh pedagang kuliner yang menjajakan berbagai makanan khas Jawa. Suasana semakin ramai pada Senin (3/3/2025) sore, dengan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja, hingga anak-anak yang berburu menu berbuka puasa.
Keberadaan pasar takjil ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Salah satunya, Mbak Eki Khusnun Nadhifah S.AB, yang mengaku mengalami peningkatan omzet signifikan selama Ramadan.
“Saya jualan lauk pauk khas seperti botokan dan sayur. Omzet per hari bisa mencapai Rp2,5 juta, sedangkan di hari biasa kurang dari Rp1 juta,” ujarnya.
Senada dengan Mbak Eki, Dwi Ariyanti, pedagang makanan matang asal Sooko, juga merasakan berkah Ramadan. Ia mencatat omzet harian sekitar Rp800 ribu selama bulan puasa.
“Setahun sekali pas puasa, omzet bisa naik. Alhamdulillah, banyak pelanggan yang mencari makanan matang buat berbuka,” katanya.
Tak hanya pedagang yang merasakan manfaatnya, pembeli juga menikmati beragam pilihan menu yang tersedia di pasar takjil Kedung Maling. Arofah, salah seorang pengunjung, lebih memilih membeli makanan di pasar takjil daripada memasak sendiri.
“Saya suka beli sayur kunci buat berbuka puasa. Lebih praktis dan banyak pilihan,” ungkapnya.
Pasar takjil di Jalan Desa Kedung Maling menjadi salah satu pusat kuliner favorit warga selama Ramadan. Keberagaman menu yang ditawarkan, harga yang terjangkau, serta suasana khas bulan puasa menjadikan tempat ini semakin ramai setiap sore. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, para pedagang berharap momentum Ramadan tahun ini bisa membawa rezeki lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
