Transformasi administratif menjadi kunci dalam kisah panjang Bontang sebagai kota industri modern. Titik pentingnya terjadi pada tahun 1973, saat pusat pemerintahan Kecamatan Bontang dipindahkan dari atas laut—tepatnya rumah panggung di Bontang Kuala—ke wilayah daratan yang kini dikenal sebagai Kelurahan Bontang Baru.
Langkah strategis ini dipimpin oleh Asisten Wedana Abdul Samad P. Soraja, pejabat yang memegang amanah antara tahun 1969 hingga 1973. Peristiwa tersebut menandai akhir dari masa pemerintahan pesisir dan awal dari pembangunan sistem layanan publik yang lebih terstruktur.
Menurut catatan sejarah Pemerintah Kota Bontang, Abdul Samad menjadi figur penting dalam proses transisi ini. Dialah yang memutuskan bahwa pelayanan publik perlu lebih dekat dengan masyarakat darat, seiring pertumbuhan wilayah yang mulai mengarah ke daratan.
“Pemindahan ini bukan hanya soal lokasi, tapi soal kesiapan wilayah menghadapi masa depan,” ungkap narasi dari situs Setda Bontang.
Sebelum 1973, Bontang sudah dikenal sebagai kota kecamatan sejak era kolonial Belanda, dikenal dengan istilah onderdistrict dan dipimpin oleh seorang kiai. Namun baru di tahun itu, layanan kecamatan benar-benar menyesuaikan dengan tuntutan zaman—lebih mudah dijangkau, lebih siap membangun infrastruktur, dan lebih strategis dalam menyambut investasi.
Setelah berpindah ke darat, pembangunan mulai menggeliat: jalan penghubung, gedung pemerintahan, fasilitas pendidikan dan kesehatan tumbuh secara bertahap. Ini menjadi landasan penting saat Bontang bersiap menghadapi lonjakan besar di pertengahan 1970-an, saat dua raksasa industri hadir: PT Badak NGL (1974) dan Pupuk Kaltim (1977).
“Kalau pusat kecamatan masih di atas air, tidak mungkin pembangunan bisa sekencang itu,” ujar salah satu warga tua dalam wawancara Berita Kaltim (27/5/2015).
Pemindahan kantor kecamatan pun membuka ruang pelayanan lebih luas, karena tak lagi hanya mengandalkan akses laut. Masyarakat dari desa-desa binaan di kawasan daratan kini bisa mengurus administrasi tanpa harus menyeberang laut.
Langkah ini menjadi landasan bagi lompatan administratif selanjutnya. Tahun 1989, Bontang resmi naik status menjadi Kota Administratif berdasarkan PP No. 20/1989. Lalu, tepat satu dekade kemudian, lewat UU No. 47/1999, Bontang ditetapkan sebagai Kota.
Hari ini, kita mengenal Bontang sebagai kota energi dan industri. Namun kisahnya bermula dari keputusan sederhana: memindahkan kantor kecamatan dari laut ke darat.
