Pamekasan – Himpunan Alumni Al-Ahgaff Yaman wilayah Madura (HIMMAH Madura) menggelar seminar dan bedah pemikiran Habib Prof. Abdullah bin Muhammad Baharun di Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Blaban Batumarmar, Pamekasan, pada Kamis (13/2/2025). Diskusi ini berfokus pada gagasan moderasi beragama dalam Islam yang tertuang dalam buku Usūl Wasatiyyah fī al-Islām, yang telah diterjemahkan menjadi Prinsip Moderasi Beragama dalam Islam.
Dalam seminar ini, Ust. Mohammad Mahrus Ali selaku pemateri menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar upaya menengahi kelompok radikal, tetapi juga kelompok liberal. Ia menekankan bahwa keseimbangan dalam beragama harus mencakup berbagai aspek, termasuk bagaimana bersikap kepada sesama Muslim maupun non-Muslim.
“Moderasi beragama dalam Islam bukan hanya bagaimana memoderatkan orang radikal, tapi juga bagaimana memoderatkan orang liberal,” ujar Ust. Mahrus Ali dalam paparannya.
Ia juga menambahkan bahwa moderasi beragama tidak hanya terkait dengan sikap terhadap kelompok yang cenderung kearab-araban, tetapi juga terhadap mereka yang kebarat-baratan. Sikap moderat juga berlaku bagi mereka yang kritis terhadap pemerintah maupun mereka yang mendukung kebijakan yang dinilai keliru.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa moderasi beragama harus berlandaskan prinsip-prinsip utama dalam Islam, seperti menjunjung tinggi kehormatan dua kalimat syahadat, meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat, mengendalikan hawa nafsu, serta menerapkan keadilan, keseimbangan, dan sikap proporsional dalam kehidupan.
Acara ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa beberapa karya terbaru Tim Penerjemah HIMMAH Madura yang disampaikan oleh Idrus Assayuti, Lc., selaku ketua organisasi tersebut. Diskusi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya moderasi dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat yang semakin beragam.
