Mojokerto – Semangat dan optimisme mewarnai malam diskusi di Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra Kota Mojokerto, Sabtu (5/4/2025), saat Wali Kota Ika Puspitasari atau Ning Ita memimpin Focus Group Discussion (FGD) bertema respons daerah terhadap kebijakan tarif impor Amerika Serikat. Dalam forum yang mempertemukan pengrajin, instansi, dan media ini, Ning Ita menegaskan bahwa Kota Mojokerto siap menghadapi tantangan ekonomi global.
“Tiga tahun pandemi bisa kita lalui dengan selamat, maka hari ini kita lebih yakin bahwa tantangan ini pun bisa kita hadapi dengan strategi yang solutif dan kreatif,” ujar Ning Ita mengawali diskusi.
Ia menyampaikan bahwa dampak kenaikan tarif impor dari Amerika Serikat memang bisa memengaruhi kinerja ekspor dan IKM, namun dengan kolaborasi dan refleksi dari pengalaman masa pandemi, langkah antisipatif dapat disusun dengan matang.
Dalam diskusi, Ning Ita juga menyoroti pentingnya memperkuat sektor pariwisata sebagai penyeimbang di tengah tekanan ekspor. Ia mengutip pernyataan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bahwa pariwisata merupakan “ekspor jasa” yang tidak terpengaruh oleh kebijakan tarif negara lain.
“Kita telah siapkan grand design pariwisata Mojokerto berbasis sejarah dan budaya. Infrastruktur pendukungnya dibangun bertahap, dengan dukungan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, hampir semua pembangunan infrastruktur besar di Kota Mojokerto dalam lima tahun terakhir bersumber dari dana pusat, menunjukkan keberhasilan sinergi lintas pemerintahan. “Ini bagian dari upaya membangun Indonesia dari kota kecil dengan semangat kolaboratif,” tambahnya.
Ketua Dekranasda Kota Mojokerto, Supriyadi KS, juga menekankan perlunya transformasi digital di kalangan UMKM. Menurutnya, perubahan perilaku pasar menuntut pelaku usaha agar tidak terpaku pada metode konvensional.
“Transformasi digital menjadi kunci agar UMKM bisa bertahan dan bahkan menang di semua kategori pasar, termasuk pedagang kaki lima,” ujarnya.
FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi awal yang akan dirumuskan lebih lanjut sebagai masukan kebijakan untuk pemerintah pusat. Ning Ita berharap hasil diskusi ini dapat memperkuat perlindungan dan daya saing pelaku UMKM dan IKM lokal.
“Kita akan usulkan kebijakan strategis kepada pusat yang mendukung keberlanjutan ekonomi lokal. Mojokerto tidak boleh hanya bertahan, tapi harus terus tumbuh,” tegasnya.
