Kediri – Suasana haru dan antusias tampak di terminal keberangkatan Kota Kediri, Minggu pagi (6/4/2025), saat 200 pemudik dilepas dalam Program Balik Gratis Lebaran 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri. Tahun ini, Dishub menambah rute baru menuju Jakarta selain rute reguler Kediri–Surabaya, menjadikan program ini makin diminati masyarakat.
Kepala Dishub Kota Kediri, Didik Catur, menyebut program yang telah berjalan dua tahun ini mengalami peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun cakupan rute. “Alhamdulillah tahun ini tidak hanya kuotanya yang bertambah, tapi juga rutenya. Tahun lalu hanya 100 orang, sekarang kita layani 200 orang dengan dua rute,” ujar Didik dalam sambutannya sebelum pelepasan bus.
Program ini diinisiasi sebagai solusi mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas akibat padatnya kendaraan pribadi saat arus balik Lebaran. Selain itu, Dishub juga ingin membantu masyarakat, khususnya perantau yang kembali ke kota domisili untuk bekerja atau kuliah, dengan meringankan beban transportasi mereka.
“Bagi para perantau, jangan lupakan Kota Kediri. Kami yakin, Kediri tetap jadi kota yang ngangeni,” ucap Didik penuh semangat.
Menariknya, data Dishub menunjukkan bahwa 66% peserta berasal dari warga ber-KTP Kota Kediri, sementara sisanya merupakan pemudik dari luar daerah yang mudik ke Kediri. Dishub memastikan seluruh armada bus yang digunakan berasal dari perusahaan otobus lokal resmi dan layak jalan, dengan kru yang telah lolos pemeriksaan teknis dan administratif.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowinmuddin Thoha, yang turut hadir melepas keberangkatan, mengapresiasi tingginya animo masyarakat terhadap program ini. “Antusiasme warga luar biasa. Ini menunjukkan program ini tepat sasaran. Harapannya tahun depan kuota bisa kita tambah lagi,” tuturnya.
Salah satu peserta, Kirana Madya Rahina, mahasiswa Universitas Indonesia, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia menyebut kesulitan mendapatkan tiket bus maupun kereta api dengan harga terjangkau menjadi alasan utama mengikuti program balik gratis.
“Saya senang ada program ini. Tiket kereta dan bus sangat sulit didapat, dan harganya mahal. Harapannya tahun depan program ini tetap ada dan lebih banyak kuotanya,” kata Kirana.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan penguatan sektor transportasi publik di Kediri. Dengan dukungan prestasi seperti penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan pada 2024 lalu, Pemkot Kediri terus memperkuat program transportasi ramah rakyat.
