Formasi karst Goa Ampas Pandangan berada di Desa Pengadaan, Kecamatan Karangan, Kutai Timur. Goa ini termasuk bagian bentang alam Karst Sangkulirang–Mangkalihat yang luasnya mencapai 105.000 ha, kaya bebatuan kuno, gua alami, dan sungai bawah tanah.
Bagian dalam goa menampilkan struktur bebatuan yang menganga seperti “tenggorokan manusia”, dengan panjang mencapai 50 m, lebar 5 m, dan ketinggian sekitar 7 m di bibir goa. Semakin ke dalam, ruang sempit namun penuh dengan stalaktit-stalagmit karst “hidup” yang terus tumbuh dari tetesan air.
Tidak jauh dari gua, terdapat sumber air panas belerang alami, aliran kecil yang dipercaya memberikan khasiat untuk kesehatan kulit. Masyarakat setempat menyebutnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit Lokasi ini juga dikenal sebagai pemandian Batu Lepoq, yang mengeluarkan air hangat dari perut Goa Karst.
Suasana alam di sekitar Goa Ampas Pandangan sangat memikat. Jalur menuju gua menyusuri hutan tropis lebat khas Kalimantan, dihiasi pepohonan rimbun dan kicauan burung. Wilayah ini juga menjadi habitat kelelawar, menambah nuansa ekspedisi yang eksotis.
Pengalaman menyusuri goa menantang: trek berbatu, lorong sempit, dan air tetesan menjadikan ekspedisi ini penuh petualangan. Namun bagi pencinta alam, semua tantangan itu terbayar dengan keindahan alami karst dan kehangatan sumber belerang.
Dari sisi pengembangan, Goa Ampas Pandangan memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi ekowisata eksploratif. Formasi geologi karst, luapan air panas, dan keanekaragaman hayati hutan tropis menambahkan nilai edukatif dan konservatif. Namun akses yang masih sulit, minim fasilitas dan tanda penunjuk lokasi merupakan tantangan utama yang perlu diatasi.
Goa Ampas Pandangan adalah permata tersembunyi Karst Kalimantan dengan struktur bebatuan purbakala, air panas alami, dan ekspedisi hutan tropis. Cocok untuk petualang sejati yang mendambakan pengalaman alam murni. Meskipun fasilitas belum lengkap dan akses menantang, potensi destinasi ini sangat besar jika ditata secara berkelanjutan.
