Jakarta – Dalam hitungan mundur menuju sebuah pertunjukan langit yang spektakuler, Bumi diprediksi akan terbenam dalam kegelapan selama enam menit 23 detik pada 2 Agustus 2027. Fenomena ini terjadi akibat Gerhana Matahari Total langka yang akan melintasi sebagian wilayah di tiga benua, menjadikannya salah satu peristiwa astronomi paling ditunggu dalam dekade ini.
Menurut laporan dari Gulfnews dan space.com, gerhana tersebut akan menjadi yang terpanjang sejak 1991 dan bahkan diproyeksikan tidak akan terulang hingga tahun 2114. Dalam situasi normal, durasi Gerhana Matahari Total umumnya hanya berlangsung kurang dari tiga menit. Namun kali ini, bayangan Bulan yang menutupi Matahari akan berlangsung lebih dari dua kali lipat dari rata-rata.
“Durasi gelap ini sangat jarang terjadi. Dengan total durasi lebih dari enam menit, gerhana ini akan menjadi fenomena langit paling mencolok dalam lebih dari 100 tahun,” tulis laporan space.com yang dikutip pada Selasa (23/7/2025).
Fenomena ini akan dimulai di kawasan selatan Spanyol, lalu melintasi beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah seperti Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, hingga Yaman dan Somalia. Jalur gerhana akan berakhir di Samudra Hindia, tepatnya dekat Kepulauan Chagos. Wilayah-wilayah yang berada dalam jalur totalitas akan mengalami kegelapan total saat Bulan sepenuhnya menutupi Matahari.
Bayangan Bulan yang jatuh ke permukaan Bumi akan memiliki lebar sekitar 258 kilometer, menciptakan jalur sempit tapi sangat signifikan bagi para pengamat yang ingin menyaksikan fenomena ini. Fenomena semacam ini sering menjadi incaran para ilmuwan dan astronom untuk mengamati atmosfer Matahari, khususnya korona yang hanya terlihat jelas saat gerhana total.
Selain memberikan peluang ilmiah, gerhana ini juga diperkirakan menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. Beberapa wilayah yang dilewati gerhana diprediksi akan mengalami lonjakan wisatawan astronomi yang ingin menyaksikan langsung momen langka ini.
Fenomena Gerhana Matahari Total 2027 diperkirakan bukan hanya menjadi momen langka dalam catatan astronomi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semesta masih menyimpan banyak keajaiban yang belum sepenuhnya kita pahami. Dengan durasi yang panjang dan cakupan lintasan yang luas, peristiwa ini akan jadi catatan penting dalam kalender astronomi dunia.
