Cilacap – Penganugerahan pemenang lomba film dokumenter tingkat SMA/MA/SMK/MAK tahun 2022 digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda), Senin, (24/10/2022).
Penganugerahan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan mendorong anak muda melakukan pendokumentasian sejarah menggunakan teknologi audio visual di Kabupaten Cilacap, seperti disampaikan Bachtiar Ahmad, Sekretaris Dinas Arpusda dalam sambutan laporannya bertempat di Gedung Patra Graha Cilacap.

“Lomba ini juga sebagai alternatif pewarisan sejarah kepada generasi muda”, kata Bachtiar Ahmad.
Dikutip dari laman kominfo.cilacapkab.go.id, Sedikitnya 171 peserta, terdiri dari 16 tim atau mewakili 14 sekolah setingkat SMA sederajat di Kabupaten Cilacap mengikuti perlombaan ini.
“Dari 16 tim, disaring menjadi 10 tim untuk masuk nominasi dan kemudian berhak mendapatkan anugerah lomba film dokumenter, ” jelas Bachtiar Ahmad.
Sementara itu, dalam sambutannya, Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Budi Santoso mengatakan, sangat mendukung dengan adanya lomba seperti ini, diadakannya lomba ini sebagai bentuk pendokumentasian sejarah dan kearifan lokal.
“Adanya kemajuan teknologi audio visual, memungkinkan untuk melakukan pendokumentasian secara audio visual. Dengan begitu sejarah bisa di dokumentasikan dengan lebih baik dan lebih menarik,” terangnya.
Ucapan selamat kepada pemenang juga disampaikan Budi Santoso, dirinya juga berpesan untuk senantiasa menjadi inspirator kepada para penggiat film dokumenter.
“Kepada para pemenang, saya ucapkan selamat, semoga kedepannya semakin berprestasi serta senantiasa menjadi inspirator sekaligus memberikan motivasi kepada siapapun untuk menjadi penggiat film dokumenter khususnya sejarah”, imbuhnya.
Selain “Benteng Jepang Belanda”.karya pelajar SMA Ma’arif Kroya yang dinobatkan sebagai juara 1. Selanjutnya juara 2 diraih SMA Negeri 2 Cilacap, dengan judul karyanya “Gedung Asisten Residen Saksi Sejarah Kolonial di Cilacap”.Kemudian juara 3 diraih oleh MAN 1 Cilacap, dengan karya film dokumenter berjudul “History of Stasiun KAI Cilacap”.Selain itu, diserahkan pula penghargaan khusus film dokumenter dengan penurutan alur cerita terbaik, penyajian arsip footage terbaik, dan cara pendekatan data tertulis yang di berikan kepada 7 peserta.(Awan)
