Malang – Dalam upaya mengubah pengetahuan menjadi peluang kerja, Desa Pringu di Kabupaten Malang kembali mendapatkan angin segar. Bekerja sama dengan UPT BLK Wonojati Malang, anggota DPRD Jawa Timur Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM memfasilitasi pelaksanaan Mobile Training Unit (MTU) Pelatihan Pembudidayaan Ayam Pedaging untuk 16 warga desa. Pelatihan ini tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga dengan disertai sertifikat kompetensi resmi.
“Dengan pelatihan ini, saya berharap warga memiliki keterampilan lebih untuk menunjang perekonomian di tingkat desa sehingga dapat mengurangi pengangguran,” ujar Dr. Puguh dalam sambutannya yang disampaikan penuh optimisme.
Program MTU yang merupakan bagian dari kebijakan Pemprov Jawa Timur itu dipandu oleh instruktur ahli BLK, Sita Arum Prabawati. Selama pelatihan, peserta menerima pembekalan teknis mulai dari manajemen kandang, pemeliharaan ayam pedaging, pencegahan penyakit, hingga teknis panen. Pendekatan praktik langsung membuat pembelajaran lebih mudah diserap oleh warga yang sebagian besar baru pertama kali terlibat dalam pelatihan berbasis vokasi.
Keberhasilan pelaksanaan pelatihan ini menambah daftar kontribusi Dr. Puguh dalam mendorong pengembangan vokasi dan penciptaan lapangan kerja di Malang Raya. Program MTU BLK Wonojati sendiri telah berjalan di berbagai desa sepanjang 2025 sebagai strategi memperluas akses pelatihan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Desa Pringu, Ir. H. Sutrino, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap kompetensi yang diperoleh warga dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan usaha mandiri atau kelompok usaha ternak.
“Harapan kami ada tindak lanjut setelah pelatihan sehingga secara berkelanjutan dapat menggerakkan perekonomian desa dan mengurangi angka pengangguran,” ungkapnya.
Para peserta juga merasakan manfaat langsung dari metode pelatihan berbasis praktik. Supadi, salah satu peserta, mengaku kini lebih percaya diri untuk memulai usaha.
“Ilmunya aplikatif, instrukturnya kompeten dan telaten. Kami jadi punya bekal untuk kerja atau buka usaha sendiri,” tuturnya.
Dengan meningkatnya keterampilan dan sertifikasi resmi yang dibekalkan kepada warga, Pemerintah Desa Pringu optimistis pelatihan ini akan menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan mencetak peternak-peternak unggul masa depan.
