Mojokerto – Di tengah deretan jajanan modern yang semakin beragam, sebuah gerai sederhana di tepi Jalan Surodinawan menawarkan sesuatu yang berbeda. Donat yang biasanya identik dengan kentang kini hadir dengan bahan utama labu kuning. Usaha bernama Donat Labu by Zull ini mulai dikenal warga sebagai camilan alternatif yang unik dan perlahan mencuri perhatian pembeli di Kota Mojokerto.
Usaha tersebut berlokasi di Jl. Surodinawan, tepatnya di depan Gedung DPRD Kota Mojokerto. Donat Labu by Zull mulai beroperasi sejak September 2025 dan hingga kini terus melayani pembeli setiap hari. Produk yang dijual berupa donat dengan bahan dasar labu kuning yang diolah menjadi adonan lembut, kemudian dibentuk menyerupai donat pada umumnya. Konsep ini sengaja dipilih agar pembeli tetap merasa familiar meskipun bahan yang digunakan berbeda dari donat biasa.
Pemilik usaha menjelaskan bahwa ide membuat donat labu muncul dari keinginannya menghadirkan produk yang tidak umum di pasaran. Selama ini, donat yang banyak dikenal masyarakat adalah donat kentang, sedangkan donat berbahan labu kuning masih jarang ditemui, khususnya di Mojokerto.
“Kalau donat kentang sudah biasa, sedangkan donat dari labu masih jarang, apalagi di Mojokerto,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Dalam kesehariannya, Donat Labu by Zull mulai melayani pembeli sejak pukul 06.00 hingga 13.00 WIB. Waktu pagi menjadi periode paling ramai karena banyak warga yang melintas di kawasan tersebut untuk berangkat kerja atau beraktivitas. Selain itu, beberapa pembeli juga datang kembali setelah sebelumnya pernah mencoba produk ini.
“Alhamdulillah, ada juga pelanggan yang sering balik beli,” kata pemilik usaha.
Dari berbagai pilihan yang tersedia, donat dengan topping gula halus menjadi salah satu yang paling digemari pembeli. Rasa manis yang ringan dinilai cocok untuk berbagai kalangan. Selain itu, tersedia juga topping lain seperti susu bubuk yang memberikan variasi rasa bagi pelanggan. Harga donat menyesuaikan dengan topping yang dipilih, namun tetap disesuaikan agar terjangkau oleh masyarakat.
Untuk kemasan, saat ini produk Donat Labu by Zull masih menggunakan kardus cokelat sederhana dengan cap nama usaha. Meski tampilannya masih standar, pemilik usaha mengaku terbuka terhadap pengembangan kemasan di masa depan agar tampil lebih menarik dan memiliki identitas yang kuat di pasaran.
“Kalau ada kemasan atau nama yang lebih keren, saya tertarik,” ungkapnya.
Ke depan, pemilik Donat Labu by Zull berharap usahanya dapat berkembang lebih luas dan dikenal masyarakat secara lebih luas lagi. Ia juga memiliki harapan agar produknya dapat semakin viral dan suatu saat memiliki toko sendiri yang lebih representatif, seperti gerai donat besar yang sudah dikenal luas.
Dengan konsep yang berbeda serta bahan baku yang tidak biasa, donat labu ini berpotensi menjadi salah satu pilihan jajanan khas di Mojokerto. Jika terus berkembang dan mendapat dukungan dari masyarakat, bukan tidak mungkin Donat Labu by Zull akan menjadi salah satu pelaku usaha kuliner lokal yang semakin diperhitungkan di masa mendatang.
