Bondowoso,– Digitalisasi layanan keuangan mulai menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas lembaga pendidikan pesantren. Di Pondok Pesantren Mambaul Falah, Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, pemanfaatan layanan perbankan digital BRI menjadi salah satu upaya untuk menunjang transaksi dan pengelolaan keuangan lembaga secara lebih praktis.
Pesantren yang telah menjadi nasabah BRI sejak 2022 tersebut memanfaatkan sejumlah layanan elektronik, mulai dari BRIZZI Santri, EDC Merchant Koperasi, BRImo, hingga Qlola Basic. Beragam layanan ini mendukung kebutuhan transaksi, baik untuk aktivitas santri maupun operasional kelembagaan.
Pemanfaatan layanan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan perbankan bagi pesantren tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dana, tetapi juga menyentuh kebutuhan transaksi sehari-hari. Melalui BRIZZI Santri, pembayaran elektronik dapat dimanfaatkan sesuai mekanisme yang diterapkan pesantren. Sementara itu, EDC Merchant Koperasi menunjang penerimaan pembayaran elektronik di koperasi pesantren.
Di sisi lain, BRImo memberikan akses transaksi perbankan melalui kanal digital, sedangkan Qlola Basic mendukung kebutuhan pengelolaan transaksi keuangan lembaga. Kombinasi layanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kemudahan transaksi yang sesuai dengan kebutuhan pesantren.
Dukungan BRI juga mencakup fasilitas kredit kepada pengasuh pondok pesantren. Fasilitas ini melengkapi hubungan layanan perbankan antara BRI dan nasabah, dengan tetap mengacu pada ketentuan serta peruntukan kredit yang berlaku.
Branch Office Head BRI Bondowoso, Agus Tri Wiyono, mengatakan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berilmu sekaligus mendorong kemajuan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pesantren perlu berjalan seiring dengan perkembangan kebutuhan layanan keuangan.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui dukungan layanan perbankan digital dan pembiayaan yang sesuai kebutuhan, BRI Bondowoso berupaya menjadi mitra bagi nasabah dalam menunjang aktivitas pendidikan dan operasional pesantren. Kami berharap pemanfaatan layanan ini dapat memberikan kemudahan transaksi serta mendukung pengelolaan keuangan yang semakin praktis,” ujar Agus.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa penguatan pesantren tidak hanya bertumpu pada pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan layanan keuangan digital menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung pengelolaan aktivitas pesantren secara lebih efektif.
BRI Bondowoso berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, termasuk lembaga pendidikan pesantren. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan dan ekonomi di lingkungan pesantren.
