Iloilo, Filipina – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) memperkuat keterlibatannya dalam jejaring akademik regional melalui peran Dekan FPIK UB sebagai co-chairman dalam The 14th International Fisheries Symposium (IFS) 2026 di Iloilo Convention Center, Iloilo City, Filipina.
Dekan FPIK UB, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., dipercaya mengemban posisi tersebut sebagai bagian dari keterlibatan akademisi Indonesia dalam forum internasional yang mempertemukan peneliti, pendidik, pembuat kebijakan, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas masa depan perikanan dan akuakultur berkelanjutan.
IFS 2026 diselenggarakan oleh ASEAN Fisheries Education Network (ASEAN-FEN) dengan dukungan University of the Philippines Visayas–College of Fisheries and Ocean Sciences serta kerja sama dengan Department of Agriculture–Bureau of Fisheries and Aquatic Resources Filipina.
Mengusung tema “One Blue ASEAN Fisheries for the Future”, konferensi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebijakan untuk menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan.
Keterlibatan Dekan FPIK UB sebagai co-chairman menempatkan fakultas dalam forum akademik yang membahas beragam isu strategis, mulai dari kesehatan ekosistem dan keanekaragaman hayati perairan, inovasi teknologi akuakultur, pengolahan hasil perikanan, hingga tata kelola dan ketahanan sektor perikanan.
Peran tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi akademik dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu perikanan dan kelautan di kawasan ASEAN.
Forum IFS 2026 tidak hanya menjadi ruang presentasi hasil penelitian, tetapi juga wadah pertukaran gagasan mengenai bagaimana sumber daya perairan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan keseimbangan ekologis.
Tema konferensi menempatkan kerja sama regional sebagai elemen penting dalam menghadapi tantangan bersama, termasuk perubahan kondisi lingkungan, kebutuhan inovasi, dan penguatan tata kelola perikanan yang inklusif.
Keterlibatan FPIK UB dalam forum ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring akademik dan kolaborasi internasional.
Pembahasan mengenai pengelolaan sumber daya perairan yang bertanggung jawab juga berkaitan dengan SDG 14, yakni Ekosistem Lautan, sedangkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Bermutu melalui pengembangan kapasitas dan perluasan wawasan ilmiah.
Partisipasi dalam IFS 2026 menjadi salah satu wujud keterlibatan FPIK UB dalam membangun hubungan akademik lintas negara dan memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia pada diskusi mengenai masa depan sektor perikanan.
Melalui forum ini, FPIK UB diharapkan dapat terus mengembangkan peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian, memperkuat jejaring ilmiah regional, serta mendorong pengembangan perikanan dan kelautan yang inovatif dan berkelanjutan.
