Jombang – Jejak perjuangan para ulama menjadi sumber inspirasi bagi keluarga besar Yayasan Muhammad Yaqub dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Puluhan guru dan dosen dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan mengikuti kegiatan ziarah ke sejumlah makam ulama di Kabupaten Jombang, Jumat (23/10/2026), sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa dalam pengembangan pendidikan dan penyebaran ajaran Islam.
Kegiatan ziarah yang dipimpin langsung oleh Bu Nyai Chumaidah tersebut menjadi salah satu agenda peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan Yayasan Muhammad Yaqub. Selain mengenang perjuangan para ulama, kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarguru dan dosen, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat keteladanan dalam menjalankan tugas pendidikan. Rombongan mengunjungi sejumlah makam ulama berpengaruh di Jombang melalui perjalanan spiritual yang sekaligus menjadi sarana pembelajaran sejarah Islam.
Kepala SMA Primaganda sekaligus panitia kegiatan, Ulfu Adah Henikningtyas, menjelaskan bahwa ziarah tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang secara rutin diselenggarakan Yayasan Muhammad Yaqub. Pada peringatan Hari Santri tahun ini, kegiatan pembinaan dikemas melalui kunjungan ke makam para ulama agar para pendidik dapat mengambil pelajaran dari perjuangan dan pengabdian mereka.
“Kegiatan ziarah ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Santri Nasional sekaligus mempererat silaturahmi para guru dan dosen di lingkungan Yayasan Muhammad Yaqub. Biasanya, setiap Jumat pada minggu kedua dilaksanakan pembinaan oleh yayasan. Kali ini, kegiatan pembinaan tersebut diisi dengan ziarah ke makam para ulama agar kami dapat mengenang dan meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan agama Islam,” ungkap Ulfu.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ziarah menjadi momentum untuk menanamkan nilai keikhlasan, kesabaran, pengabdian, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Keteladanan para ulama dinilai relevan untuk membangun karakter guru dan dosen yang tidak hanya mengutamakan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembentukan akhlak peserta didik.
Perjalanan spiritual rombongan dimulai dengan mengunjungi makam Mbah Yai Yaqub, pendiri Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo. Kunjungan tersebut memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar yayasan karena menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan tokoh yang meletakkan dasar pendidikan pesantren dan pengembangan nilai-nilai keislaman.
Selanjutnya, rombongan berziarah ke makam Hadratus Syekh Abah KH. Muhammad Qoyim Yaqub, mursyid Tarekat Syadziliyah yang dikenal memiliki peran dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan spiritual di lingkungan pesantren. Melalui kunjungan ini, para peserta diajak mengingat pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembinaan rohani, dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut menuju Kecamatan Perak untuk mengunjungi makam Sayyid Abdurrahman. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Denanyar untuk berziarah ke makam KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar.
Sosok KH. Bisri Syansuri menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan pendidikan pesantren dan organisasi Islam di Indonesia. Perjuangannya memberikan gambaran mengenai besarnya peran ulama dalam membangun lembaga pendidikan, membimbing masyarakat, serta menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan Islam dari generasi ke generasi.
Tidak berhenti di Denanyar, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tambakberas dan Mbetek. Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari rangkaian napak tilas sejarah perjuangan ulama di Kabupaten Jombang, daerah yang dikenal memiliki tradisi pesantren kuat dan melahirkan banyak tokoh berpengaruh dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Melalui kunjungan ke berbagai makam ulama tersebut, para guru dan dosen diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai nilai perjuangan, keteguhan, serta pengorbanan para pendahulu dalam membangun pendidikan Islam. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal moral untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian di lingkungan lembaga pendidikan masing-masing.
Selain memiliki dimensi spiritual, kegiatan ziarah bersama ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan hubungan kekeluargaan antarlembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Muhammad Yaqub. Kebersamaan yang terbangun selama perjalanan diharapkan mampu meningkatkan kekompakan dan kerja sama dalam menjalankan berbagai program pendidikan yayasan.
Peringatan Hari Santri Nasional sendiri memiliki makna penting bagi dunia pendidikan Islam. Momentum yang diperingati setiap 22 Oktober tersebut tidak hanya mengingatkan masyarakat terhadap kontribusi santri dan ulama dalam perjuangan bangsa, tetapi juga menegaskan pentingnya melanjutkan semangat perjuangan melalui pendidikan, penguatan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Yayasan Muhammad Yaqub, semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pendidik tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas. Guru dan dosen juga memiliki peran dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ziarah ulama Jombang dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 ini, Yayasan Muhammad Yaqub berupaya menjaga kesinambungan nilai perjuangan para pendahulu. Semangat kebersamaan, keikhlasan, dan keteladanan diharapkan terus menjadi landasan bagi seluruh pendidik dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, dan memiliki jiwa pengabdian kepada agama, bangsa, serta masyarakat.
