Mojokerto — Modernisasi di bidang pertanian telah merambah hampir di setiap wilayah. Salah satunya di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Mayoritas petani di desa tersebut telah menggunakan combine harvester untuk memanen padi yang dibudidayakan selama empat bulan terakhir.
Peralihan ke mesin panen modern ini diperkirakan mulai dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, seiring berkembangnya mekanisasi pertanian serta berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian. Penggunaan combine harvester dinilai mampu membuat proses panen lebih cepat dan efisien dibandingkan cara manual.
Salah seorang petani setempat berinisial SO (65) mengaku merasakan manfaat dari penggunaan mesin tersebut. “Pekerjaan memanen padi jadi lebih cepat selesai semenjak ada mesin ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pemilik sawah berinisial FS (38). Ia menilai keberadaan mesin panen modern memberikan dampak positif bagi petani maupun pemilik lahan.
“Dengan adanya mesin ini, panen jadi lebih praktis dan hasilnya bisa langsung terkumpul rapi. Kami sangat terbantu,” katanya.
Dengan teknologi combine harvester, proses memotong, merontokkan, hingga mengumpulkan padi dapat dilakukan dalam satu tahap.
Hal ini membuat waktu panen menjadi lebih singkat dan tenaga yang dikeluarkan petani pun lebih ringan. Petani berharap penggunaan mesin modern ini dapat terus mendukung produktivitas pertanian di Desa Bicak.
Aktivitas panen padi di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kini tak lagi sepenuhnya mengandalkan cara tradisional. Petani setempat beralih menggunakan mesin modern untuk mempercepat proses panen, Senin (16/2/2026).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 06.15 WIB menunjukkan sebuah mesin combine harvester beroperasi di area persawahan Desa Bicak. Mesin tersebut memanen padi secara langsung di lahan sawah, menggantikan metode tradisional yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia dengan alat tajam seperti clurit. Mesin combine harvester beroperasi menggunakan bahan bakar solar (diesel), yang mampu menghasilkan tenaga kuat untuk menunjang proses panen padi secara cepat dan efisien di lahan persawahan.
Peralihan ke mesin panen modern ini diperkirakan mulai dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, seiring berkembangnya mekanisasi pertanian serta berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian. Penggunaan combine harvester dinilai mampu membuat proses panen lebih cepat dan efisien dibandingkan cara manual.
Salah seorang petani setempat berinisial SO (65) mengaku merasakan manfaat dari penggunaan mesin tersebut. “Pekerjaan memanen padi jadi lebih cepat selesai semenjak ada mesin ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pemilik sawah berinisial FS (38). Ia menilai keberadaan mesin panen modern memberikan dampak positif bagi petani maupun pemilik lahan. “Dengan adanya mesin ini, panen jadi lebih praktis dan hasilnya bisa langsung terkumpul rapi. Kami sangat terbantu,” katanya.
Dengan teknologi combine harvester, proses memotong, merontokkan, hingga mengumpulkan padi dapat dilakukan dalam satu tahap. Hal ini membuat waktu panen menjadi lebih singkat dan tenaga yang dikeluarkan petani pun lebih ringan. Petani berharap penggunaan mesin modern ini dapat terus mendukung produktivitas pertanian di Desa Bicak.
