Bandung – Meski berasal dari desa kecil dan berproduksi dalam skala rumahan, Coffee Garung berhasil mencatatkan sejarah dengan menyabet Bea Cukai Award 2025 dalam kategori UMKM ekspor perdana. Ajang penghargaan ini diselenggarakan oleh Bea Cukai Bandung pada Selasa (22/4/2025), sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM yang telah berhasil menembus pasar internasional.
Ekspor perdana kopi Garung dimulai pada Desember 2023 ke dua negara tujuan: Jepang dan Malaysia. Untuk pasar Jepang, ekspor dilakukan dalam kapasitas terbatas, sekitar 100–300 kemasan ukuran 100 gram per bulan secara konsisten hingga Desember 2024. Meski belum memiliki pabrik produksi sendiri, Coffee Garung tetap mampu menjaga kontinuitas dan kualitas produknya.
“Penghargaan ini bukan hanya sekadar apresiasi, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan diri dan membawa Coffee Garung ke kancah internasional,” ujar Cahyadi, pemilik Coffee Garung, usai menerima penghargaan.
Coffee Garung mengandalkan produksi dari rumah dan memberdayakan kelompok tani lokal. Di bagian hulu, sekitar 30 anggota kelompok tani terlibat, dengan 10–15 orang fokus pada budidaya kopi di lahan seluas 12,7 hektare yang tersebar di wilayah perhutani dan milik pribadi. Sementara itu, di bagian hilir atau kedai, tim yang terdiri dari sembilan orang—baik penuh waktu maupun paruh waktu—bertugas menyajikan kopi kepada pelanggan.
Menariknya, pengelolaan di kedai banyak didominasi oleh generasi Z, sedangkan proses budidaya lebih banyak digeluti oleh generasi milenial dan kolonial. Ini menciptakan kolaborasi lintas generasi yang memperkaya karakter dan kekuatan merek kopi lokal tersebut.
Bea Cukai Bandung sendiri memberikan pendampingan sejak 2023, mulai dari edukasi prosedur ekspor hingga fasilitasi perizinan. Hal ini menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendorong lebih banyak UMKM melangkah ke pasar ekspor.
Dengan capaian ini, Coffee Garung menjadi inspirasi nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk tampil di panggung global. Eksistensi mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat lokal bisa mendunia.
