Beijing – China mengumumkan akan memberlakukan tarif tambahan pada sejumlah produk impor dari Kanada sebagai balasan atas kebijakan perdagangan yang dianggap diskriminatif. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu (8/3/2025), setelah penyelidikan anti-diskriminasi yang dilakukan China terhadap kebijakan perdagangan Kanada.
Berdasarkan hasil penyelidikan, mulai 20 Maret 2025, China akan mengenakan tarif tambahan sebesar 100% pada impor minyak biji rapa, minyak, dan kacang polong dari Kanada. Selain itu, produk akuatik dan daging babi Kanada juga akan dikenakan tarif tambahan sebesar 25%.
Keputusan ini muncul setelah China menemukan bahwa pembatasan Kanada terhadap produk-produk tertentu dari China mengganggu tatanan perdagangan normal serta merugikan hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan China.
Pada 2024, Kanada meningkatkan tarif pada kendaraan listrik, baja, dan aluminium yang diimpor dari China, yang kemudian mendorong Beijing untuk meluncurkan penyelidikan anti-diskriminasi pada September tahun lalu.
Menanggapi kebijakan Kanada, China menyatakan ketidakpuasannya dan menolak tegas langkah tersebut. Pemerintah China menilai kebijakan Kanada mengabaikan fakta serta peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sehingga berpotensi merusak hubungan perdagangan bilateral.
“Penggunaan instrumen investigasi baru ini menunjukkan komitmen China untuk mengambil langkah yang diperlukan demi melindungi kepentingan nasional serta hak industri dalam negeri,” ujar Zhu Feng, Wakil Presiden Eksekutif dan Sekretaris Jenderal Dewan Promosi Investasi Internasional, Sabtu (8/3/2025).
China menegaskan bahwa penyelidikan ini dilakukan berdasarkan prinsip hukum internasional dan peraturan domestik. Berbeda dengan keputusan Kanada yang menerapkan tarif tambahan tanpa investigasi yang menyeluruh, Kementerian Perdagangan China mengklaim bahwa kebijakan mereka didasarkan pada data dan respons dari berbagai pemangku kepentingan di kedua negara.
Asosiasi industri China juga menyuarakan dukungan terhadap kebijakan ini, dengan menyebut langkah tersebut sebagai upaya sah untuk melindungi industri dalam negeri.
“Industri kendaraan listrik China telah mendapat sambutan positif dari konsumen global, termasuk di Kanada, dan berkontribusi dalam transformasi energi ramah lingkungan,” ujar Asosiasi Manufaktur Otomotif China.
Selain itu, Asosiasi Industri Logam Non-Ferrous China serta Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Produk Mesin dan Elektronik meminta Kanada untuk menjaga kebijakan perdagangan yang lebih adil.
“Kami mendesak Kanada untuk segera memperbaiki kesalahannya, menghapus pembatasan yang tidak adil, dan menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih stabil bagi perusahaan di kedua negara,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan China.
Ketegangan perdagangan antara China dan Kanada diperkirakan akan terus meningkat jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan. Para analis menilai bahwa kebijakan ini bisa berdampak pada harga komoditas ekspor Kanada dan memengaruhi sektor pertanian serta industri makanan di negara tersebut.
