Kuningan – Semua pihak harus menerapkan kewaspadaan untuk persoalan stunting. Upaya maksimal terus dilakukan, supaya sesuai dengan target nasional penurunan angka stunting 14 persen, maka laju penurunan stunting per tahun bisa mencapai berkisar 3,4 persen.Demikian yang telah disampaikan oleh Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN, Safrina Salim, SKM., M.Kes, didepan 100 peserta sosialisasi pencegahan stunting di Hotel Permata Mulia Kuningan, Senin (12/12/2022).
Menurutnya, juga diperlukan pelaksanaan pendataan kasus stunting diwilayah ini, agar dapat ditangani sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Diharapkan pula tidak akan ada lagi kasus stunting baru di masa yang akan datang. Nantinya, hasil sosialisasi teknis ini segera dilakukan diseminasi dan rencana tindak lanjut sehingga diharapkan dapat menurunkan angka stunting.
“Termasuk, ibu mengandung dan anak anak supaya dihindarkan dari asap rokok. Para bapak bapak dan lainnya supaya ikut mendukung pencegahan kasus stunting ini, dengan menghindarkan asap rokok dari ibu hamil maupun anak anak,” jelasnya.
Sedangkan, penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama BKKBN RI Dr Ir Dewi Listyawardani MSc Dip Com menjelaskan, Program pencegahan stunting dapat disosialisasi secara berkala. Sebab, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dapat dicegah sejak dini, atau sejak masa kehamilan pada Ibu hamil. Sosialisasi pencegahan stunting dilakukan kepada calon pengantin, agar memeriksakan kesehatan secara rutin.
“Pentingnya, memeriksakan kesehatan bagi para calon pengantin. Agar, untuk pencegahan kasus stunting sejak dini. Semua itu dalam rangka untuk mencegah dan menekan stunting di semua wilayah di Indonesia,”.ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi stunting ini dihadiri oleh Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama BKKBN-RI Dr Ir Dewi Listyawardani MSc Dip Com, Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN RI Ibu Safrina Salim SKM MKes, Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana Cirebon Iman Hikmat SE.
