Solok – Panggung seminar nasional yang digelar di kampus Universitas Indonesia, Salemba, bergemuruh ketika Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH, menyuarakan potensi dan komitmen daerahnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kehadirannya sebagai narasumber utama dalam rangkaian Dies Natalis ke-42 Prodi Kajian Ketahanan Nasional UI pada Sabtu (22/11/2025), menjadi momentum penting yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi.
Bupati Jon Firman tampil di hadapan akademisi, perumus kebijakan, serta pejabat strategis nasional, menyampaikan peran vital Solok sebagai lumbung pangan utama di Sumatera Barat. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kontribusi Solok terhadap pasokan pangan regional tidak bisa diabaikan, dan kini saatnya membangun kolaborasi konkret demi keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
“Kami di Solok sangat siap menjadi laboratorium hidup bagi kajian ketahanan pangan Indonesia. Sinergi pemerintah dan akademisi adalah jalan menuju masa depan pangan yang kuat, berkelanjutan, dan berdaulat,” tegas Jon Firman di hadapan peserta seminar.
Seminar ini turut dihadiri Wakil Kepala BP Taskin RI, Ir. Iwan Sumule, Bupati Tabanan Bali Dr. I Komang Gede Sanjaya, serta para akademisi UI. Forum strategis ini tidak hanya diselenggarakan secara luring di Gedung IASH UI Salemba, tetapi juga disiarkan daring untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Hayati Sari Hasibuan yang mewakili Direktur SPPB UI menyampaikan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi dari masyarakat tangguh dan hanya dapat terwujud melalui riset dan kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Ir. Iwan Sumule dari BP Taskin RI menyatakan bahwa meski angka kemiskinan nasional menurun, tantangan ketahanan tetap nyata. Ia menyebut sinergi seperti yang dilakukan dalam forum ini sangat diperlukan untuk memperkuat arah kebijakan nasional.
Paparan Bupati Solok mendapatkan respon antusias dari peserta seminar. Dialog yang dibangun dinilai mampu memberikan perspektif baru dalam pengelolaan ketahanan pangan berbasis daerah. Jon Firman juga menerima piagam penghargaan dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam forum ilmiah tersebut.
Antusiasme peserta yang mengikuti seminar secara luring dan daring menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan telah menjadi agenda nasional yang memerlukan keterlibatan semua elemen bangsa. Kabupaten Solok dengan segala potensi dan komitmennya, kini tampil sebagai aktor penting dalam peta ketahanan pangan Indonesia ke depan.
