Kerinci – Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun khidmat di Desa Koto Baru Jujun, menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun. Kegiatan keagamaan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kerinci, Monadi, pada Sabtu (8/3/2026) dalam suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan masyarakat.
Pelaksanaan MTQ tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, ulama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Negeri Jujun. Acara yang dipusatkan di Desa Koto Baru Jujun ini menjadi agenda penting bagi masyarakat setempat dalam memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“MTQ ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujar Monadi.
Ia menambahkan, kegiatan MTQ juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan semangat mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an semakin meningkat di berbagai kalangan masyarakat.
Selain Bupati Kerinci, acara pembukaan MTQ tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kerinci Murison, anggota DPRD Kerinci Anggra Pradana Putra, Camat Keliling Danau As’ari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta tokoh adat dan tokoh agama setempat. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat itu menjadi bukti dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Jujun.
MTQ tingkat Kerapatan Adat Negeri Jujun ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan tilawah para peserta, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an. Melalui berbagai cabang perlombaan yang digelar, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an dengan lebih baik.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran adat dan agama dalam kehidupan masyarakat setempat. Kerapatan Adat Negeri Jujun selama ini dikenal aktif menjaga nilai-nilai budaya yang selaras dengan ajaran Islam, sehingga MTQ menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan.
Dengan digelarnya MTQ ke-46 ini, pemerintah daerah bersama masyarakat berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan bermasyarakat.
