Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kembali memberikan edukasi dan sosialisasi dalam upaya penurunan stunting dan menekan Angka Kematian (AKB) serta Angka Kematian Ibu (AKI) sejak dini. Kali ini, Bupati Ikfina menyasar ibu balita di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Jumat (17/11/2023) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ikfina menyampaikan bahwa stunting adalah kondisi yang berbahaya yang dapat mempengaruhi kecerdasan anak ketika dewasa. Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada bayi dan balita sangat penting untuk dilakukan.
“Pola makan sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. Setiap makan harus ada zat pembangun yaitu telur, ayam, ikan, daging dan susu. Tugas panjenengan adalah bagaimana agar putra- putrinya gizinya bagus dengan batas waktu sampai usia anak 5 tahun,” ucap Bupati Ikfina.
Selain memberikan kecukupan gizi pada anak, Bupati Ikfina juga berpesan agar menjaga anak tetap sehat dan tidak sering sakit. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi lengkap serta selalu menjaga kebersihan.
“Anak- anak jangan sering sakit agar pertumbuhannya tidak terganggu. Harus dijaga daya tahan tubuhnya dengan imunisasi lengkap serta selalu menjaga kebersihan,” jelasnya.
Stunting juga harus dicegah sejak dini. Salah satunya adalah dengan memastikan ibu hamil tidak mengalami KEK (kekurangan Energi Kronis).
“Ibu hamil tidak boleh kurang gizi dan lingkar lengannya tidak boleh kurang dari 23,5 cm,” tambah Bupati Ikfina.
Bupati Ikfina berharap, dengan edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, angka stunting dan AKI di Kabupaten Mojokerto dapat menurun secara signifikan.
“Sekali lagi tolong dijaga putra – putrinya. Kita harus memaksimalkan gizinya mulai dari sekarang agar siap sebagai generasi sehat dna cerdas untuk menyongsong Indonesia emas 2025,” tutup Bupati Ikfina.
