Pasuruan – Bantuan pangan beras untuk masyarakat Kota Pasuruan mulai disalurkan. Perum Bulog Cabang Malang bersama Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pertanian dan Pangan menyalurkan bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Sebanyak 18.787 Penerima Bantuan Pangan (PBP) tercatat sebagai penerima. Masing-masing mendapatkan 30 kilogram beras sekaligus untuk tiga bulan, dengan total kuantum mencapai 563.610 kilogram atau sekitar 563,6 ton beras.
Penyaluran perdana berlangsung di wilayah Kecamatan Purworejo dan Kecamatan Gadingrejo, Jumat 14 Agustus 2026. Secara keseluruhan, penyaluran dilakukan melalui 34 titik dan ditargetkan tuntas pada akhir Agustus.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari jaring pengaman sosial pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli.
“Kegiatan ini sebagai salah satu jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan di rumah,” ujarnya.
Nurjuliansyah menjelaskan, terdapat perbedaan skema bantuan dibandingkan alokasi Februari-Maret 2026. Pada periode sebelumnya, penerima memperoleh 20 kilogram beras dan dua liter minyak goreng MinyaKita. Sementara untuk alokasi Juli-September 2026, bantuan diberikan berupa beras 10 kilogram per bulan yang disalurkan sekaligus.
“Jumlah bantuan pangan Kota Pasuruan sebanyak 18.787 PBP untuk alokasi Juli-September 2026,” jelasnya.
Penyaluran dilakukan secara bertahap. Bulog memulai distribusi pada 14 dan 15 Agustus 2026, kemudian ditargetkan selesai maksimal lima hari setelah tanggal salur.
“Penyaluran di Kota Pasuruan dimulai 14 Agustus 2026 dan 15 Agustus 2026, dengan estimasi selesai H+5 setelah tanggal salur,” katanya.
Nurjuliansyah, menerangkan bahwa mekanisme penyaluran dimulai dari gudang Bulog. Beras kemudian diangkut transporter menuju titik bagi untuk diserahkan kepada PBP melalui proses verifikasi.
Penerima wajib membawa undangan, KTP, dan Kartu Keluarga (KK). Petugas juru salur akan mencocokkan identitas penerima dengan data yang tersedia sekaligus melakukan dokumentasi sesuai ketentuan.
“Setiap PBP membawa undangan dan identitas (KTP dan KK) untuk dilakukan verifikasi oleh petugas juru salur serta dilaksanakan dokumentasi sesuai ketentuan. Setiap PBP mendapatkan beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi Juli sampai September, karena per bulan mendapatkan 10 kilogram,” ungkap Nurjuliansyah.
Data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penetapan penerima. Verifikasi dilakukan saat bantuan disalurkan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan data.
Di Kelurahan Purworejo, penyaluran bantuan mendapat respons positif dari masyarakat. Lurah Purworejo, Yanuar Catur Pamungkas, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Bulog atas penyaluran bantuan tersebut.
Ia mengimbau masyarakat penerima agar memanfaatkan bantuan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan tidak memperjualbelikannya. Pada kemasan beras bantuan juga telah tercantum keterangan bahwa beras tersebut tidak untuk diperjualbelikan.
“Dengan adanya bantuan 30 kilogram ini, penerima bantuan tidak perlu memikirkan dana untuk membeli beras sehingga bisa mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan keluarga lainnya,” katanya.
Menurut Yanuar, bantuan pangan tidak sebatas persoalan penyaluran beras. Program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui bantuan pangan ini, kita berharap beban pengeluaran keluarga dapat berkurang sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Kartini, mengaku bersyukur kembali mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah. Ia menyebut bantuan tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
“Senang dan sangat membantu. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang mendapatkan,” ungkapnya.
Kartini berharap program bantuan pangan tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Harapannya bantuan dari pemerintah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.
