Kenangan membaca sepanjang 2025 terasa seperti perjalanan panjang yang penuh warna. Setiap buku seperti teman yang hadir di waktu yang tepat, ada yang menenangkan, ada yang menggugah, bahkan ada yang menyadarkan.
Tahun ini, aku menemukan beberapa judul yang benar-benar meninggalkan kesan mendalam, baik fiksi maupun nonfiksi. Dan menjelang liburan akhir tahun, rasanya pas untuk membagikan daftar bacaan terbaik, sekaligus rekomendasi yang bisa menemani hari-hari santai di rumah atau di tengah perjalanan.
Kisah Fiksi yang Menyentuh dan Menggugah
Salah satu buku yang paling membekas adalah The Midnight Library karya Matt Haig. Buku ini membawa kita ke dunia alternatif, tempat seorang perempuan bernama Nora Seed bisa melihat berbagai versi hidupnya jika ia membuat pilihan yang berbeda.
Ide tentang “hidup lain” ini sederhana, tapi cara Haig membungkusnya sangat reflektif dan menyentuh. Bagiku, ini bukan sekadar novel fiksi, tapi semacam pelukan hangat yang mengingatkan bahwa hidup yang kita jalani sekarang meski tak sempurna, masih punya nilai yang layak disyukuri.
Bacaan Nonfiksi yang Memberdayakan
Kemudian ada Atomic Habits karya James Clear, yang rasanya jadi buku wajib tahun ini bagi siapa pun yang ingin memperbaiki rutinitas dan kebiasaan harian. Clear menjelaskan konsep perubahan lewat kebiasaan kecil dengan sangat praktis.
Tanpa menggurui, ia menunjukkan bahwa konsistensi lebih penting dari ambisi besar. Setelah membacanya, aku merasa lebih mampu mengelola hariku, tidak lagi terbebani dengan ekspektasi besar, tapi fokus pada langkah-langkah kecil yang nyata.
Buku ketiga yang cukup berkesan adalah Sapiens dari Yuval Noah Harari. Meskipun bukan rilis baru, membaca ulang di tahun ini seperti membuka mata terhadap banyak hal yang luput selama ini. Harari mengajak kita menelusuri sejarah manusia dengan gaya yang ringan, filosofis, dan kadang menggelitik.
Aku jadi lebih paham kenapa manusia modern bisa sampai di titik ini, dan bagaimana narasi yang kita bangun bisa membentuk realitas sosial yang kita hidupi.
Rekomendasi Santai untuk Liburan Akhir Tahun
Untuk kamu yang ingin bacaan ringan selama liburan, aku punya beberapa rekomendasi. Pilihlah novel reflektif dengan narasi yang tenang tapi menyentuh, cocok dibaca saat sore hari sambil menyeruput teh hangat. Buku-buku inspiratif juga bisa jadi pilihan, apalagi yang memuat kisah nyata atau kumpulan esai tentang hidup.
Mereka biasanya memberi semangat baru tanpa terasa berat. Koleksi puisi atau cerpen pun tak kalah menarik, karena bisa dibaca sepotong-sepotong saat waktu luang. Dan kalau ingin menutup tahun dengan refleksi diri, buku self-care atau pengembangan diri ringan bisa jadi teman terbaik.
Membaca di masa liburan bukan cuma soal mengisi waktu kosong. Lebih dari itu, membaca adalah cara sederhana untuk merawat pikiran dan emosi kita. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, buku memberi ruang untuk berhenti sejenak, merenung, dan mengisi ulang energi. Siapa tahu, satu paragraf dalam buku bisa jadi awal dari babak baru dalam hidupmu.
