Jakarta – Langkah bersejarah tercipta dalam sektor perumahan nasional. Untuk pertama kalinya, bank swasta besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bergabung dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperluas akses hunian layak.
“Ini sejarah besar bagi sektor perumahan Indonesia, terutama dalam soal pembiayaan rumah subsidi,” ujar Maruarar Sirait saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BCA dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), sebagai sinergi antara Program Pembiayaan Tapera dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024–2029.
“Pemerintah mengalokasikan kuota 1.000 unit rumah kepada BCA untuk disalurkan kepada MBR,” kata Ara. Ia memastikan bahwa penyaluran dilakukan sesuai regulasi agar menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Selain BCA, beberapa bank swasta lainnya seperti Bank Nobu milik Lippo Group dan Bank Artha Graha juga menyatakan minat untuk ikut serta dalam skema pembiayaan rumah subsidi ini. Keterlibatan lembaga keuangan swasta menunjukkan kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan yang selama ini menjadi persoalan utama.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kehadiran pemain swasta besar menunjukkan kepercayaan terhadap Presiden Prabowo,” tambah Ara.
Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan keterjangkauan rumah bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perumahan. Dengan sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan, pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah diharapkan bisa dipercepat dan semakin inklusif.
