Mojokerto – Suasana Dusun Pendowo di Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada hari Jumat (14/6/2024) pagi, tampak berbeda. Pasca banjir yang merendam satu Rukun Tetangga (RT) pada Kamis malam, warga tampak sibuk membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa genangan air setinggi 40 sentimeter yang melanda.
Banjir tersebut disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat sampah, sehingga air dari wilayah Pacet yang diguyur hujan deras sejak sore mengalir dan membawa material sampah serta kayu, menyumbat saluran air di tengah perkampungan.
Namun, di tengah kesulitan ini, secercah harapan muncul dari kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Pada hari itu, Pemkab melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada 30 warga terdampak banjir. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.
Paket sembako yang diberikan kepada warga berisikan kebutuhan dasar seperti 3 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula, 500 ml kecap, 5 bungkus mie instan, serta 2 kaleng kecil sarden. Selain itu, untuk memastikan kesehatan warga terdampak, pemeriksaan kesehatan dan bantuan air bersih juga turut disediakan.
Bupati Ikfina Fahmawati dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga Desa Ngrowo. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir. Pemerintah akan terus berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.
Salah satu warga terdampak, Siti Aminah (45), menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Banjir kali ini cukup parah dan tiba-tiba. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah. Sembako dan air bersih sangat membantu kami dalam kondisi seperti ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Selain itu, warga juga dihimbau untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam menjaga saluran air agar tidak tersumbat. Pemerintah setempat bersama warga berencana melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Situasi di Desa Ngrowo mengingatkan kita akan pentingnya menjaga lingkungan dan saling peduli satu sama lain. Banjir yang terjadi bukan hanya menjadi ujian bagi warga yang terdampak, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan solidaritas antara pemerintah dan masyarakat. Semoga dengan langkah-langkah preventif dan kepedulian yang terus dijaga, bencana serupa dapat dihindari di masa depan.
