Dalam ikhtiar menjaga harmoni dan mencegah potensi disintegrasi sosial, Kementerian Agama (Kemenag) resmi merilis Peta Nasional Potensi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan 2025. Peta ini menjadi tonggak penting dalam strategi mitigasi konflik, termasuk memetakan dinamika baru di era digital yang kian rentan oleh provokasi berbasis identitas.
Penulis: Mundzir Ahmad
Sangatta – Di tengah derasnya arus budaya digital, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencoba menghadirkan cara baru bagi pemuda untuk mengekspresikan diri. Pelatihan stand up comedy dan…
Sangatta – Layaknya panggung kecil yang tak kehilangan cahaya, Festival Magic Land 2025 tetap memikat warga Kutai Timur meski anggarannya dipotong hingga 80 persen. Bertempat di…
Sangatta – Upaya menciptakan desa yang aman, rukun, dan modern kini makin nyata di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara. Pemerintah desa tersebut telah memasang 18…
Sangatta – Gemerlap malam Festival Magic Land 2025 di Polder Ilham Maulana berubah menjadi momen penuh makna saat delapan seniman dan budayawan lokal menerima Anugerah Kebudayaan…
Sangatta – Di tengah geliat pembangunan fisik dan ekonomi, Desa Singa Gembara di Kecamatan Sangatta Utara justru memperkuat jati dirinya lewat warisan budaya dan keberagaman. Nama…
Sangatta – Di bawah semarak tenda rakyat dan iringan senam bersama, suasana akrab dan hangat terlihat dalam Mini Ekspo Kreatif Tertib yang digelar Satpol PP Kutai…
Sangatta – Desa Singa Gembara menorehkan langkah penting dalam pembangunan ekonomi akar rumput dengan dimulainya pembangunan gerai Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari gerakan nasional memperkuat…
Sangatta – Gemuruh air di seberang Sungai Sangatta mulai menarik perhatian Pemerintah Desa Swarga Bara sebagai peluang emas untuk mengembangkan sektor pariwisata lokal. Namun, alih-alih gegabah membuka…
Dalam suasana sidang yang penuh sorotan, Mahkamah Konstitusi kembali mengetuk palu dengan putusan yang mengubah peta relasi kewenangan antarinstansi negara.