Mojokerto – Seperti ular yang tak kunjung putus, antrean kendaraan mengular di sebuah SPBU di Mojokerto pada malam hari, menciptakan pemandangan padat yang memancing keluhan warga. Puluhan sepeda motor tampak berjejer hingga melampaui area pengisian, menandakan tingginya kebutuhan bahan bakar di waktu tersebut.
Peristiwa ini terpantau terjadi pada Senin (23/3/2026) malam, ketika aktivitas masyarakat masih cukup tinggi. Antrean didominasi oleh pengendara roda dua yang menunggu giliran mengisi bahan bakar. Kepadatan ini tidak hanya terjadi di dalam area SPBU, tetapi juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitarnya. Diduga, meningkatnya mobilitas warga selepas jam kerja menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan lonjakan antrean tersebut.
“Antriannya panjang sekali, bisa sampai belasan menit,” ujar Wahyu (27), salah satu pengendara yang turut mengantre pada malam itu.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh Sari (24), yang menilai kondisi antrean pada malam hari lebih padat dibandingkan waktu lainnya.
“Mungkin karena banyak yang isi bensin setelah aktivitas kerja,” katanya.
Dari sisi pengelola, petugas SPBU menyebut bahwa peningkatan jumlah antrean merupakan hal yang kerap terjadi, terutama pada malam hari dan menjelang akhir pekan. Tingginya kebutuhan bahan bakar masyarakat di waktu tersebut menjadi penyebab utama lonjakan kendaraan yang datang hampir bersamaan.
“Biasanya memang ramai di malam hari, apalagi mendekati akhir pekan,” jelas petugas SPBU.
Meski antrean terlihat panjang, proses pengisian bahan bakar tetap berlangsung tertib. Petugas SPBU terus melakukan pengawasan guna memastikan alur antrean berjalan lancar dan tidak menimbulkan kericuhan. Pengendara pun diimbau untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku serta menjaga ketertiban selama menunggu giliran.
Fenomena antrean panjang di SPBU ini menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Mojokerto. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan pentingnya pengelolaan distribusi bahan bakar yang efisien, terutama pada jam-jam sibuk, agar tidak menimbulkan kemacetan maupun ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
Ke depan, diharapkan adanya solusi seperti penambahan jalur pengisian atau pengaturan waktu distribusi dapat membantu mengurai kepadatan serupa. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar tanpa harus menghabiskan waktu terlalu lama di antrean.
