Sangatta – Seiring meningkatnya tren jualan online, Anggota DPRD Kutai Timur, Uci, mendorong para pelaku UMKM di daerahnya untuk memaksimalkan peluang ini dengan meningkatkan kualitas konten dan visual produk mereka. Menurut Uci, memanfaatkan marketplace untuk memasarkan produk adalah langkah positif yang perlu dioptimalkan dengan cara menyajikan produk secara menarik dan profesional.
Uci menyebutkan bahwa pemasaran digital di era sekarang bukan hanya soal menjual produk semata, tetapi juga tentang bagaimana produk disajikan kepada calon konsumen. Tampilan yang menarik dan informatif akan meningkatkan daya tarik produk UMKM Kutim, sehingga mampu bersaing lebih baik di tengah ketatnya kompetisi di marketplace.
“Jualan online saat ini semakin populer, dan ini peluang besar bagi UMKM. Tapi, penting untuk memperhatikan bagaimana produk ditampilkan. Konten yang menarik dan visual yang jelas dapat membuat konsumen lebih tertarik dan yakin untuk membeli,” ujar Uci dalam pernyataannya saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Senin (4/11/2024).
Pemanfaatan Teknologi untuk Kualitas Visual Produk yang Lebih Baik
Uci mendorong pelaku UMKM di Kutai Timur untuk tidak hanya menggunakan telepon genggam sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan konten berkualitas. Dengan kamera yang ada di ponsel, pelaku UMKM bisa mengambil gambar produk yang menarik dan jelas. Hal ini diharapkan mampu memberikan tampilan visual yang profesional, sehingga menarik minat konsumen.
Menurut Uci, foto produk yang berkualitas adalah salah satu kunci penting dalam menarik perhatian calon pembeli. Ia mengajak para pelaku UMKM untuk belajar teknik dasar fotografi dan editing, seperti pencahayaan yang tepat dan sudut pengambilan gambar yang baik, agar produk mereka terlihat lebih menarik di platform digital.
“Kamera ponsel sekarang sudah canggih, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Saya harap UMKM bisa belajar teknik pengambilan gambar yang baik agar tampilan produknya terlihat profesional. Ini juga investasi kecil yang akan berdampak besar untuk meningkatkan penjualan,” ujar Uci.
Pentingnya Deskripsi Produk yang Informatif
Selain visual yang menarik, Uci juga menekankan pentingnya deskripsi produk yang informatif. Deskripsi yang lengkap dan jujur tentang produk akan membantu konsumen memahami produk dengan lebih baik, sehingga mereka merasa yakin saat membeli. Hal ini juga bisa menjadi strategi untuk membangun kepercayaan konsumen di pasar online.
Deskripsi yang baik mencakup informasi dasar produk, seperti ukuran, bahan, warna, dan cara perawatan. Informasi-informasi ini penting bagi konsumen yang ingin memastikan bahwa produk yang mereka beli sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi mereka.
“Kualitas konten sangat berpengaruh, terutama di marketplace di mana konsumen tidak bisa melihat langsung barangnya. Foto yang jelas dan informasi produk yang detail akan membuat konsumen lebih percaya. Ini adalah salah satu cara kita bisa menonjolkan produk UMKM Kutim di pasar digital,” tambah Uci.
Membangun Kepercayaan Konsumen di Pasar Online
Uci percaya bahwa tampilan produk yang menarik dan deskripsi yang lengkap dapat membantu UMKM Kutim dalam membangun kepercayaan konsumen. Dalam jualan online, kepercayaan menjadi faktor kunci yang dapat menentukan apakah konsumen akan membeli atau tidak. Dengan konten yang berkualitas, produk UMKM Kutim dapat terlihat lebih profesional dan terpercaya di mata konsumen.
“Di marketplace, kita bersaing tidak hanya dengan produk lokal, tetapi juga produk dari luar daerah bahkan luar negeri. Karena itu, penting bagi kita untuk memberikan kesan pertama yang baik. Produk yang terlihat profesional dan informatif akan membuat konsumen lebih percaya,” jelasnya.
Ajakan untuk Terus Beradaptasi dengan Digitalisasi
Di era digital saat ini, Uci mengajak pelaku UMKM di Kutai Timur untuk terus beradaptasi dengan perubahan tren pemasaran. Marketplace dan media digital memberikan peluang besar bagi UMKM di daerah untuk memperluas pasar hingga ke luar wilayah. Menurutnya, keterampilan pemasaran digital yang baik akan membantu UMKM Kutim lebih siap bersaing di pasar online yang semakin luas.
“Menggunakan marketplace dan media sosial sebagai alat pemasaran adalah peluang yang besar, apalagi sekarang hampir semua orang sudah menggunakan internet. Jika dimanfaatkan dengan baik, UMKM Kutim bisa semakin dikenal hingga ke luar daerah dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat di sini,” tambahnya.
Uci berharap agar para pelaku UMKM tidak takut untuk belajar dan berinovasi dalam hal pemasaran digital. Selain teknik fotografi dan penulisan deskripsi, ia juga mendorong UMKM untuk memahami strategi pemasaran digital yang efektif, seperti promosi online, interaksi dengan konsumen, dan pengelolaan stok barang. Ia yakin bahwa dengan pemahaman yang baik tentang pemasaran digital, UMKM di Kutai Timur akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Saya harap para pelaku UMKM terus belajar, tidak hanya tentang produk yang dijual, tetapi juga tentang strategi pemasaran digital yang dapat meningkatkan penjualan. Dengan belajar dan berinovasi, produk UMKM kita bisa semakin dikenal, dan tentu saja, memberi dampak ekonomi yang positif,” ujar Uci penuh optimisme.
Menghadapi Tantangan di Dunia Digital
Tidak dipungkiri bahwa beradaptasi dengan tren digital juga memiliki tantangan tersendiri bagi sebagian pelaku UMKM, terutama mereka yang kurang familiar dengan teknologi. Namun, Uci meyakini bahwa dengan keinginan yang kuat untuk belajar dan berkembang, pelaku UMKM Kutim akan mampu menghadapi tantangan tersebut.
“Memang ada tantangan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali terjun di dunia digital. Tapi, jangan takut untuk mencoba. Mulai saja dari hal kecil, seperti mengambil foto produk yang bagus atau membuat deskripsi yang jelas. Seiring waktu, keterampilan ini akan berkembang dan hasilnya juga akan terlihat,” pesannya.
Dengan berbagai dorongan ini, Uci berharap UMKM di Kutai Timur dapat memanfaatkan momentum tren jualan online untuk meningkatkan daya saing dan menumbuhkan kepercayaan konsumen. Ia berkomitmen untuk terus mendukung UMKM di daerahnya agar mampu bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif.
