Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Yasser Arafat, baru-baru ini mengajukan usulan untuk membebaskan biaya iuran sampah bagi warga di kawasan pesisir. Menurut Yasser, tarif iuran sampah sebesar Rp15 ribu per bulan selama ini dirasakan cukup memberatkan bagi warga pesisir yang mayoritas berpenghasilan rendah. Di sisi lain, layanan pengelolaan sampah di wilayah tersebut juga dinilai belum optimal, sehingga warga merasa tidak mendapat manfaat yang sepadan dengan biaya yang dibayarkan.
Yasser menyoroti pentingnya alokasi anggaran kota untuk mendukung pengelolaan sampah gratis di wilayah pesisir. Menurutnya, Bontang memiliki anggaran yang cukup besar, dan seharusnya bisa dialihkan untuk membiayai pengelolaan sampah secara gratis, terutama di kawasan yang belum sepenuhnya terlayani dengan baik.
“Iuran sampah sudah masuk dalam tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bontang, namun layanan yang diberikan belum memadai. Masih banyak warga pesisir yang tidak mendapatkan fasilitas penjemputan sampah yang layak, terutama karena terbatasnya jumlah petugas yang ditugaskan ke wilayah pesisir,” jelas Yasser dalam keterangan persnya.
Kondisi Layanan Sampah di Pesisir Bontang
Kondisi layanan sampah yang terbatas ini menyebabkan warga pesisir sering kali terpaksa membuang sampah ke laut. Hal ini disebabkan oleh minimnya petugas kebersihan yang datang ke pemukiman mereka dan jauhnya jarak ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Akibatnya, banyak warga yang tidak punya pilihan lain selain membuang sampah mereka ke laut.
“Jika ada layanan penjemputan sampah secara rutin, tentu masyarakat tidak akan lagi membuang sampah ke laut. Namun, karena layanan tersebut tidak tersedia, warga terpaksa melakukannya, seperti yang terjadi di Berbas Tengah,” tutur Yasser.
Menurutnya, dengan anggaran yang cukup besar, Pemerintah Kota Bontang seharusnya dapat memberikan layanan pengelolaan sampah secara gratis untuk warga pesisir. Hal ini tidak hanya akan meringankan beban masyarakat, tetapi juga mencegah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan sampah ke laut.
Yasser yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Bontang, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penghapusan iuran sampah untuk warga pesisir dan mengalokasikan anggaran kota secara lebih efektif untuk memastikan setiap warga bisa mengakses layanan ini tanpa dikenakan biaya.
“Dengan anggaran yang besar, menggratiskan iuran sampah akan lebih baik daripada membuat warga pesisir membayar tanpa menerima layanan yang memadai,” imbuh Yasser.
Penghargaan Adipura dan Tantangan Kebersihan di Bontang
Sebagai kota yang telah beberapa kali menerima penghargaan Adipura, Yasser berpendapat bahwa Kota Bontang seharusnya mampu mempertahankan predikatnya sebagai kota bersih dengan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah. Menurutnya, penghargaan Adipura yang telah diraih Bontang menjadi cerminan dari komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Namun, ia juga menegaskan pentingnya memperhatikan aspek kebersihan di daerah pesisir, yang sering kali terabaikan.
“Pengelolaan sampah seharusnya menjadi program unggulan. Bontang punya nama baik dengan penghargaan Adipura, dan ini harus didukung dengan layanan kebersihan yang nyata dan benar-benar bisa dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan pesisir,” tegasnya.
Selain itu, Yasser juga menyoroti kondisi beberapa TPS di Bontang yang sering mengalami penumpukan sampah. Menurutnya, penumpukan ini mengganggu lingkungan sekitar dan bisa menjadi sumber penyakit bagi warga yang tinggal di sekitar TPS. Kondisi TPS yang kurang terkelola dengan baik menjadi alasan mengapa banyak warga enggan membawa sampah ke TPS, terutama jika jaraknya jauh dari permukiman mereka.
“Penumpukan sampah di TPS bisa menjadi sarang penyakit, dan ini sangat mengganggu lingkungan. Warga yang tinggal jauh dari TPS tentu enggan membawa sampah ke sana, apalagi jika fasilitas pengangkutan sampah tidak memadai,” jelas Yasser.
Usulan untuk Edukasi dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah
Selain mengusulkan pembebasan biaya iuran sampah, Yasser juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif dari pembuangan sampah sembarangan. Ia mengusulkan agar pemerintah mengadakan program sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pesisir.
“Sosialisasi sangat penting agar masyarakat lebih memahami dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan mereka sendiri. Jika masyarakat mendapatkan pemahaman yang cukup, mereka akan lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutup Yasser.
Pemerintah Diharapkan Dukung Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
Yasser berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah serius dalam menyediakan layanan kebersihan yang memadai di daerah pesisir dan mempertimbangkan penghapusan iuran sampah bagi warga di kawasan tersebut. Menurutnya, dengan adanya dukungan dari pemerintah, masalah kebersihan di kawasan pesisir dapat teratasi dan penghargaan Adipura yang telah diraih Bontang bisa dipertahankan dengan kualitas yang lebih baik.
“Semoga pemerintah bisa segera merealisasikan langkah-langkah ini demi kebersihan dan kenyamanan warga pesisir. Dengan pengelolaan sampah yang baik, kita juga bisa menjaga lingkungan laut kita agar tetap bersih dan sehat,” harap Yasser.
