Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur Agusriansyah Ridwan tampil sebagai pembicara dalam kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa (10/12/2024) kemaren, dengan peserta mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Tadulako.
Dalam kuliah tersebut, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini membahas sejumlah topik penting, termasuk Proses Regulasi, Hukum Pemerintahan, dan Sistem Pemerintahan Desa. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman legislatif yang kuat, Agusriansyah menyampaikan materi yang relevan dengan pembelajaran mahasiswa, disertai contoh-contoh nyata dari praktik pemerintahan di lapangan.
Perpaduan Akademik dan Praktik
Agusriansyah Ridwan tidak hanya dikenal sebagai politisi, tetapi juga sebagai akademisi. Ia merupakan lulusan ke-65 Program Doktor Manajemen Pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman. Pendidikan akademis yang ditempuhnya menjadi fondasi dalam berkarier di dunia politik dan pemerintahan.
“Kuliah umum seperti ini adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman nyata dalam dunia politik dan pemerintahan dengan mahasiswa, sekaligus memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi,” ujar Agusriansyah saat membuka sesi kuliah.
Ia menjelaskan bahwa proses regulasi memegang peranan penting dalam menciptakan kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Dalam paparannya, Agusriansyah juga menyoroti sistem pemerintahan desa sebagai elemen strategis dalam pembangunan daerah.
“Pemerintahan desa adalah ujung tombak pembangunan. Dengan regulasi yang baik dan pemerintahan desa yang kuat, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” tambahnya.
Komitmen pada Pendidikan
Agusriansyah menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar untuk meningkatkan kompetensi mereka.
“Pendidikan adalah kunci perubahan. Mahasiswa harus terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat, baik di bidang pemerintahan maupun sektor lain,” tuturnya.
Kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan legislatif, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
