Sangatta – Publikasi bukan sekadar pelengkap, tetapi jantung dari keberhasilan program pembangunan. Itulah pesan utama yang disampaikan Kepala DPPKB Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025) kemaren. Dalam pandangannya, media massa memiliki peran strategis sebagai penyambung informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus alat kontrol sosial yang membangun.
“Untuk publikasi yang baik itu penting. Kalau tidak ada yang menulis, tidak ada yang tahu. Tidak pernah membaca berita, akhirnya tidak pernah tahu apa yang sudah dilakukan,” ujar Junaidi, saat membahas pentingnya kerja sama antara pemerintah dan media dalam menyampaikan program-program daerah.
Menurutnya, informasi yang berkualitas dan objektif tidak bisa lahir tanpa keterlibatan pers yang profesional. Ia berharap tulisan-tulisan media tak hanya memberitakan kegiatan, tapi turut memberi edukasi dan dampak positif.
“Makanya besok akan kita bedah bagaimana peran media itu penting, dan tulisan-tulisan itu harus berkualitas,” tambahnya menegaskan.
Di sisi lain, Junaidi juga menyoroti soal efisiensi birokrasi yang menurutnya masih perlu ditingkatkan. Ia menilai terlalu banyak pejabat yang menghabiskan waktu di acara seremonial tanpa benar-benar memastikan bahwa program berjalan di lapangan.
“Kalau setiap hari hanya menghadap bupati, kapan kita kerja? Terlalu sering tampil belum tentu menunjukkan kinerja yang baik. Yang penting itu hasil dan dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus lebih fokus pada pengawasan program dan bekerja langsung di lapangan ketimbang hanya mendampingi pimpinan dalam kegiatan protokoler.
Menutup perbincangan, Junaidi berharap insan pers di Kutim bisa terus menjadi mitra kritis namun konstruktif bagi pemerintah. Media, menurutnya, harus hadir sebagai jembatan informasi yang cerdas, objektif, dan mendidik.
“Peran media itu sangat vital. Media bukan hanya menyebarkan berita, tapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (ADV).
