Kediri – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ikut “mengunci langit” bagi penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri. Dua penerbangan Super Air Jet rute Jakarta-Kediri dan sebaliknya harus dibatalkan pada Senin (7/9/2026), menyusul aktivitas erupsi gunung tersebut serta penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
Penerbangan yang terdampak adalah Super Air Jet IU 356 rute Jakarta (CGK)-Kediri (DHX) yang membawa 63 penumpang serta IU 357 rute Kediri-Jakarta dengan 65 penumpang. Pesawat IU 356 sebelumnya dijadwalkan mendarat di Bandara Dhoho pada pukul 11.50 waktu setempat, sedangkan IU 357 semestinya bertolak dari Kediri menuju Jakarta pada pukul 12.30 waktu setempat. Pembatalan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik dan situasi di Bandara Soekarno-Hatta.
General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menjelaskan keputusan pembatalan penerbangan mengutamakan keselamatan serta keamanan seluruh pengguna jasa penerbangan.
“Terdapat dua penerbangan yang dibatalkan, yaitu penerbangan kedatangan IU 356 dari Jakarta dengan 63 penumpang, serta penerbangan keberangkatan IU 357 menuju Jakarta yang mengangkut 65 penumpang,” ujar Rahmat Yoni Saputra, Senin (7/9/2026).
Gangguan operasional tersebut berkaitan dengan penyebaran abu vulkanik atau volcanic ash akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kondisi itu juga beriringan dengan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi titik keberangkatan maupun tujuan kedua penerbangan tersebut.
Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 08.28 hingga 18.00 waktu setempat pada Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penerbangan yang terhubung dengan Bandara Dhoho Kediri.
Super Air Jet selanjutnya menyiapkan beberapa opsi bagi penumpang yang terdampak pembatalan. Penumpang dapat meminta pengembalian biaya tiket secara penuh atau full fare melalui agen maupun tempat tiket tersebut dibeli. Pilihan tersebut diberikan sebagai bagian dari penanganan terhadap perubahan operasional penerbangan.
Selain pengembalian dana, penumpang juga dapat memilih penjadwalan ulang penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan. Perubahan jadwal tersebut dapat dilakukan untuk penerbangan paling lambat hingga 13 September 2026, dengan tetap mengikuti ketentuan yang diberlakukan maskapai.
Khusus bagi calon penumpang IU 357 yang sudah berada di Bandara Internasional Dhoho Kediri ketika pembatalan diumumkan, pihak bandara meminta mereka mendatangi area check-in. Penumpang dapat memperoleh penjelasan mengenai status penerbangan maupun alternatif penanganan langsung dari petugas maskapai.
Pengelola Bandara Dhoho juga mengingatkan masyarakat agar memeriksa kembali status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara. Informasi jadwal dan perubahan penerbangan dapat dipantau melalui kanal resmi masing-masing maskapai, sehingga penumpang dapat mengantisipasi kemungkinan penyesuaian operasional.
Untuk kebutuhan informasi mengenai layanan kebandarudaraan, pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.
Di tengah perkembangan situasi tersebut, manajemen Bandara Internasional Dhoho Kediri terus mencermati aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus potensi pergerakan abu vulkanik yang dapat memengaruhi keselamatan maupun kelancaran penerbangan.
Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan serta para pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi cuaca, arah pergerakan abu vulkanik hingga perkembangan operasional penerbangan.
Rahmat mengatakan pengelola bandara juga menjaga kesiapan fasilitas, personel dan pelayanan bagi pengguna jasa. Penyesuaian operasional akan terus dilakukan mengikuti kondisi terkini serta informasi yang dikeluarkan pihak berwenang.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami,” tegasnya.
Manajemen Bandara Internasional Dhoho Kediri turut menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa yang terdampak pembatalan penerbangan. Dengan kondisi aktivitas vulkanik yang masih terus dipantau, penumpang diharapkan aktif memastikan jadwal penerbangannya sebelum menuju bandara, sementara pengelola Bandara Dhoho tetap menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan dan rekomendasi otoritas terkait.
