Jombang – Kayuhan becak menjadi jalan rezeki sekaligus pengabdian bagi puluhan pengemudi di Jombang, Jawa Timur. Sejak pagi, mereka sudah bersiaga di jalur khusus Gang Utama Kantor Sekretariat PP Bahrul Ulum Tambakberas untuk melayani mobilitas tamu dan muktamirin Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) secara gratis.
Para pengemudi becak itu disiapkan sebagai bagian dari layanan transportasi selama Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mulai Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026). Mereka bertugas mengantar dan menjemput peserta maupun tamu dari lokasi kegiatan menuju tempat peristirahatan serta sejumlah titik lain yang berhubungan dengan agenda muktamar.
Salah seorang pengemudi, Marlan, mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan becak bantuan yang disebut merupakan hibah dari Presiden RI Prabowo Subianto. Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar sarana transportasi baru, tetapi juga memberikan peluang untuk tetap bekerja sekaligus terlibat dalam hajatan besar NU di Jombang.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan dari Pak Presiden Prabowo ini. Teman-teman juga bersyukur, karena memang betul-betul membutuhkan bantuan dari Pak Presiden ini, dan lewat Pak Bupati juga Alhamdulillah. Terima kasih banyak,” tutur Marlan saat ditemui Rabu (26/8/2026).
Marlan menyebut sekitar 200 unit becak telah disiapkan sebelumnya. Meski demikian, tidak seluruh pengemudi yang mendapatkan becak dapat mengikuti pelayanan selama muktamar. Sebagian memilih tidak terlibat karena faktor usia maupun jarak rumah yang cukup jauh dari lokasi kegiatan.
“Yang kemarin datang itu 200 becak. Tapi yang sudah tua jadi tidak ikut. Kalau jauh juga tidak ikut. Jadi ini becak baru, sedangkan becak lama diaplikasikan dulu di rumah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, para pengemudi akan menunggu kedatangan peserta di titik-titik yang telah ditentukan. Ketika ada tamu yang membutuhkan kendaraan menuju tempat menginap atau lokasi kegiatan lainnya, mereka langsung melakukan pengantaran tanpa menarik ongkos kepada penumpang.
“Konco-konco (kawan-kawan, Red) stanby di tempat depan sekretariat untuk menunggu peserta yang datang langsung saya antar ke tempat peristirahatan yang sudah disiapkan,” ungkap Marlan.
“Ini untuk melayani tamu-tamu Muktamar, jadi gratis. Kurang lebih selama satu minggu, sampai selesai,” tambahnya.
Pelayanan tidak hanya ditempatkan di kawasan sekretariat. Sejumlah pengemudi juga akan disiagakan di beberapa arena kegiatan. Dengan pola tersebut, mobilitas peserta diharapkan tetap terlayani ketika mereka berpindah dari tempat penginapan menuju lokasi sidang atau agenda Muktamar NU ke-35.
“Kalau ada yang harus dijemput di mana, ya harus berangkat,” ujar Marlan.
Rasa syukur juga disampaikan Liwon, pengemudi becak lainnya. Ia menilai bantuan becak yang diterimanya sangat berarti karena kendaraan tersebut dapat menunjang aktivitas sehari-harinya mencari nafkah.
“Saya sangat bersyukur sekali atas bantuan Bapak Presiden Prabowo. Memang saya sangat membutuhkan bantuan, sama seperti teman saya tadi,” kata Liwon.
Selain mendapatkan kesempatan memberikan layanan kepada peserta muktamar, menurut Liwon, para pengemudi memperoleh uang sebagai pengganti jerih payah selama bertugas. Mereka mendapatkan Rp150 ribu untuk pelayanan selama tujuh jam, mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB.
Mereka sebelumnya juga telah mendapatkan arahan mengenai mekanisme pelayanan. Para pengemudi harus siap mengantar tamu menuju lokasi kegiatan ataupun tempat beristirahat yang telah ditentukan panitia. Dengan demikian, becak tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi menjadi bagian dari sistem pendukung penyelenggaraan muktamar.
“Semua disiapkan. Pada saat nanti tamu datang, dijemput dan diantar ke tempat lokasi peristirahatan,” tutur Liwon.
Bagi pengemudi becak, keterlibatan dalam Muktamar NU mempunyai makna lebih luas daripada sekadar memperoleh pendapatan. Mereka merasa ikut mengambil bagian dalam menyambut peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri agenda organisasi keagamaan tersebut.
Kasian, salah seorang pengemudi lainnya, juga mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan bantuan becak listrik gratis dari Presiden Prabowo Subianto. Warga Tembelang yang sebelumnya pernah tinggal di kawasan Kauman Utara, Jombang, itu memandang bantuan tersebut sebagai rezeki yang patut disyukuri.
“Ya, jelas bersyukur saya, Pak. Alhamdulillah, ALLAH SWT maringi (memberikan, Red) rejeki,” tutur Kasian.
Di tengah kesibukan persiapan Muktamar ke-35 NU, kehadiran para abang becak menawarkan warna tersendiri. Mereka membawa semangat pelayanan dari jalanan Jombang, mengantar tamu tanpa memungut biaya sekaligus memperoleh penghasilan dari waktu pelayanan yang telah ditentukan.
Bagi para pengemudi, setiap kayuhan selama muktamar bukan semata perjalanan dari satu titik ke titik lain. Kesempatan tersebut menjadi ruang untuk mencari rezeki, menunjukkan rasa syukur atas bantuan yang diterima, serta mengambil peran sederhana dalam mendukung kelancaran Muktamar ke-35 NU di Jombang.
