Mojokerto – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada pedagang asongan usai acara Sinau bareng Mbah Nun di Ponpes Segoro Agung Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/12/2022).
Prabowo menanggalkan jam tangan, kopiah dan baju safari yang ia kenakan dan diberikannya kepada pedagang lumpia, tahu, dan minuman.Prabowo pun kembali dari panggung tersebut mengenakan kaos dan lanjut menyalami pengasuh Ponpes Segoro Agung yang menunggu di belakang panggung.
Tak canggung Prabowo menyanyikan beberapa lagu. Prabowo mengajak pengawalnya menyanyikan Lagu ‘Gethuk’ yang dipopulerkan oleh penyanyi campursari wanita, Waljinah, kasih ibu dan ruang rindu dari Letto.
Mbah Nun meminta Prabowo menyanyikan lagu maju tak gentar yang membuat mantan Kopasus ini terlihat semangat. Disusul lagu hitam manis, lalu lagu di sekolah yang kutunggu. Kemudian lagu begadang yang dipopulerkan H. Rhoma Irama, kisah kasih disekolah yang populerkan oleh chrisye. Serta lagu lagu putri dari legenda rock Jamrud.

Mbah Nun pun meminta Prabowo menyanyikan lagu nasional Maju Tak Gentar.
“Kelihatannya, lagunya harus lebih tegas. Kopasus kok lagu melo,” ujar Mbah Nun.
“Dulu Kopassus. Sekarang sudah pensiun. Purnawirawan,” ucap Prabowo sambil tertawa.
Mbah Nun pun menimpali, “Prajurit tidak pernah pensiun. Seumur hidup prajurit itu berjuang untuk negeri ini,” tutur Mbah Nun disambut gemuruh tempuk tangan jamaah Maiyah.
Mbah Nun sangat mengapresiasi Prabowo karena mengingat – ngingat Trowulan. “Apalagi tadi pak Prabowo mengingat tonggak Trowulan. Bahkan kami pada tahun 2014 kita bikin kegiatan dihadiri 40 ribu di istana Majapahit,” tutur Mbah Nun.
Oleh kalangan Jamaah Maiyah, Mbah Nun beberapa kali bercanda. “Jika dulu aslinya Prabowo lah yang seharusnya menang Pilpres namun hasil perolehan suara dimanipulasi akhirnya terpaksa harus kalah,” ungkap Mbah Nun.
Seketika, Prabowo sambil senyum mengatakan, “Siapapun yang menang, yang penting Indonesia damai dan rukun” ucap Prabowo.

Kemudian, Mbah Nun kembali bercanda, dengan mengatakan, “Terus kenapa nyapres,” ucap mbah Nun sambil tertawa.Prabowo pun kemudian mengalihkan candaan itu dengan mengajak semuanya bernyanyi.
Prabowo tampak sangat menikmati suasana. Mulai meneteskan air mata saat Mbah Nun bersholawat. Hingga tertawa dan berjoget.
Kesempatan langka tersebut berlangsung di atas panggung dalam kegiatan yang digagas BKKBN RI dan Ponpes Segoro Agung Trowulan.
Sinau bareng Mbah Nun sejak sore diguyur hujan, namun Jama’ah Maiyah tetap berlangsung khusuk, karena dalam teori maiyah, hujan bukanlah hal buruk, akan tetapi rahmat. Jamaah maiyah tetap duduk tidak beranjak dari tempat. Seperti tidak terjadi hujan, baru sekitar pukul 22.45 hujan reda dan acara berakhir pukul 00.10.
