Bogor – BKKBN bersama Mitra Kerja Komisi IV DPR RI menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, di Hotel One Bogor, Jumat (9/12/2022). Kegiatan ini dalam rangka untuk menekan dan menanggulangi angka stunting di Kabupaten Bogor.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Mitra Kerja DPR RI Komisi IV Ono Surono ST dan Mitra Daerah Ketut Setiawan Sekretaris DPRD Jawa Barat serta 100 peserta sosialisasi pencegahan stunting.
Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan bahwa BKKBN bersama mitra kerja dari DPR RI Komisi IV dan pihak terkait terus gencar memberikan sosiliasai pencegahan stunting diseluruh indonesia.
“Kasus stunting di beberapa daerah, perlu upaya maksimal dalam mencegah gagal tumbuh anak. Pencegahan dan penanggulangan Stunting merupakan salah satu program prioritas yang dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang dimulai sejak dini,” ujarnya.
Menurut Hasto, pihaknya telah mendapat arahan dari Presiden Indonesia Joko Widodo, agar supaya pada tahun 2024 angka gizi kronis harus berada di angka 14 persen. Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan kerja keras menggencarkan kampanye cegah stunting dan mencanangkan Gerakan Keluarga Berencana (KB).
“Upaya mencegah stunting, berbagai komponen masyarakat dapat mengambil peran dalam melakukan upaya pencegahan stunting sejak dini. Pemeriksaan secara rutin ibu hamil dan pemeriksaan kesehatan bagi calon ibu, serta pemberian nutrisi yang cukup, merupakan upaya dalam menekan dan menanggulangi kasus stunting diindonesia,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Mitra Kerja BKKBN dari DPR RI Komisi IV Ono Surono mengatakan pentingnya secara bersama sama dalam upaya maksimal mencegah stunting secara pro aktif. Sebab, stunting sebagai salah satu ancaman besar bagi kehidupan bangsa ini karena akan membuat generasi di era Indonesia Emas pada 2045 sulit bersaing dengan bangsa lain.
“Persoalan stunting tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja, dibutuhkan saling sinergi untuk mengatasi stunting. Untuk itu, pemberian nutrisi dan asupan bergizi bagi bayi maupun anak-anak itu, harus dilakukan. Termasuk, pemeriksaan kesehatan yang rutin,” tandasnya.
