Jember – Program Mobil Cinta yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layanan antar pasien pulang dari rumah sakit secara gratis ini dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga pasien yang memiliki keterbatasan ekonomi dan kesulitan biaya transportasi.
Salah satu keluarga pasien yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah Achmad Zaini, warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari. Pada Senin (19/10/2026), ia menceritakan pengalaman keluarganya saat mendampingi sang adik yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember.
Menurut Zaini, adiknya menjalani perawatan akibat penyakit ginjal selama kurang lebih 10 hari. Setelah kondisinya membaik, pasien diperbolehkan pulang dan mendapatkan fasilitas antar menggunakan Mobil Cinta tanpa dipungut biaya.
“Yang sakit itu adik saya, sakit ginjal. Alhamdulillah, selama dirawat tanpa biaya atau gratis. Kami berangkat menggunakan mobil ambulans Puskesmas, itu pun juga gratis,” ungkap Zaini.
Ia menjelaskan, sejak mendapatkan pelayanan di Puskesmas hingga dirujuk ke RSD dr. Soebandi, keluarganya tidak mengeluarkan biaya untuk layanan kesehatan maupun transportasi tersebut.
“Adik dirawat di RSD dr. Soebandi sekitar 10 hari. Alhamdulillah, sekarang kondisinya sudah membaik dan diizinkan pulang. Pulangnya diantar menggunakan Mobil Cinta yang juga gratis. Pelayanan selama di rumah sakit ini juga baik,” tuturnya.
Zaini mengaku, keberadaan program tersebut sangat membantu keluarganya. Selama mendampingi pasien, pengeluaran yang harus ditanggung keluarga terutama untuk kebutuhan makan. Bahkan, terkadang kebutuhan tersebut juga terbantu oleh saudara yang datang menjenguk.
“Kami mewakili keluarga merasa sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis dan juga Mobil Cinta. Kami sebagai warga juga terbantu dengan adanya Mobil Cinta ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis RSD dr. Soebandi Jember, dr. Triwiranto, M.Kes., menjelaskan bahwa Mobil Cinta merupakan bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut melengkapi layanan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang memungkinkan masyarakat Jember mengakses pelayanan kesehatan melalui jaminan kesehatan yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Jember, dalam hal ini Gus Bupati, pertama sudah punya program UHC Prioritas. Sebagian besar masyarakat Jember, sekitar 99 persen, sudah memiliki JKN yang didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” jelas Triwiranto.
Dengan program tersebut, masyarakat yang mengalami masalah kesehatan dapat mengakses pelayanan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit daerah, termasuk RSD dr. Soebandi.
Setelah UHC berjalan, Pemkab Jember juga menghadirkan layanan Home Care. Melalui program ini, petugas kesehatan Puskesmas mendatangi rumah warga yang membutuhkan pelayanan medis, sehingga masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
Layanan itu kemudian diperkuat dengan Telemedicine. Pasien yang mendapatkan pelayanan Home Care dan membutuhkan konsultasi dokter spesialis dapat difasilitasi untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit daerah.
“Harapannya, tidak hanya masyarakat menengah ke atas yang memiliki dokter pribadi. Masyarakat menengah ke bawah pun juga bisa mendapatkan layanan Home Care dari pihak Puskesmas yang turun langsung ke rumah,” terangnya.
Triwiranto mengatakan, Mobil Cinta hadir untuk menjawab persoalan yang kerap dihadapi keluarga pasien setelah menyelesaikan perawatan di rumah sakit. Pasien yang dinyatakan sembuh atau kondisinya membaik terkadang masih menghadapi kendala biaya untuk menyewa kendaraan atau memesan transportasi daring agar bisa kembali ke rumah.
Karena itu, Pemkab Jember menyediakan layanan antar pulang secara gratis bagi pasien yang memenuhi kriteria.
“Gus Bupati berharap pasien ini tidak ada masalah untuk kepulangannya. Jangan sampai mereka mengeluarkan biaya untuk pulang dari rumah sakit, untuk menyewa mobil atau memesan kendaraan online,” kata Tri.
Khusus di RSD dr. Soebandi, saat ini tersedia 15 unit armada Mobil Cinta yang disiapkan untuk melayani pasien.
Tri menyebut, jumlah pengguna layanan tersebut menunjukkan perkembangan. Pada awal pelaksanaan, sekitar lima pasien memanfaatkan layanan setiap hari. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi sekitar delapan pasien per hari.
Adapun penerima layanan diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang mengalami keterbatasan ekonomi maupun kesulitan transportasi. Pasien yang diprioritaskan adalah mereka yang menjalani perawatan di ruang kelas III, tidak memiliki kendaraan untuk pulang, serta telah dinyatakan dalam kondisi stabil dan memungkinkan untuk duduk selama perjalanan.
“Yang diutamakan adalah keluarga yang tidak mampu dan kesulitan biaya transportasi. Pasien dirawat di ruang perawatan kelas III, tidak memiliki kendaraan untuk pulang, serta kondisinya sudah membaik dan stabil. Mereka bisa diantar menggunakan Mobil Cinta dan tidak ada biayanya,” tegasnya.
Terkait jangkauan pengantaran, Tri menjelaskan bahwa layanan Mobil Cinta dapat menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Jember, termasuk daerah yang cukup jauh dari pusat kota.
Menurutnya, pengantaran dapat dilakukan hingga wilayah Kecamatan Sumberbaru. Dalam kondisi tertentu, layanan juga dapat menjangkau wilayah di luar Kabupaten Jember sesuai kebutuhan pasien dan pertimbangan petugas.
“Intinya sesuai kebutuhan. Mereka yang membutuhkan layanan Mobil Cinta bisa menghubungi petugas yang ada di ruang rawat inap atau melalui kanal Wadul Gus’e. Nanti informasi tersebut akan sampai kepada kami,” jelasnya.
Dengan hadirnya Mobil Cinta, Pemkab Jember berupaya melengkapi pelayanan kesehatan dari tahap pengobatan hingga pasien kembali ke rumah. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban keluarga, khususnya masyarakat yang selama ini terkendala biaya transportasi setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Pengalaman keluarga Achmad Zaini menjadi salah satu gambaran bagaimana layanan tersebut membantu masyarakat, mulai dari akses pengobatan hingga perjalanan pulang setelah pasien dinyatakan membaik.
